Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Mayat di Tomohon

Perkembangan Terbaru Kasus Evia Mahasiswi UNIMA: Saksi Kunci Ungkap Adanya Dugaan Pelecehan DM

Serangkaian kesaksian mengarah pada dugaan adanya pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum dosen berinisial DM.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Kolase Tribun Manado
KASUS EVIA - Perkembangan terbaru kasus Evia. Kuasa hukum keluarga korban, Niczem Alfa Wengen, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima orang saksi yang memberikan keterangan resmi kepada penyidik PPA Polda Sulawesi Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian tidak wajar Evia, mahasiswi UNIMA di sebuah rumah kos di Tomohon, kini perlahan mulai terkuak.
  • Serangkaian kesaksian mengarah pada dugaan adanya pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum dosen berinisial DM.
  • Kuasa hukum keluarga korban, Niczem Alfa Wengen, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima orang saksi.

 

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian tidak wajar Evia, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) di sebuah rumah kos di Tomohon, Sulawesi Utara, kini perlahan mulai terkuak. 

Serangkaian kesaksian mengarah pada dugaan adanya pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum dosen berinisial DM.

Kuasa hukum keluarga korban, Niczem Alfa Wengen, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima orang saksi yang memberikan keterangan resmi kepada penyidik PPA Polda Sulawesi Utara.

Salah satunya merupakan saksi kunci yang mengetahui momen-momen krusial sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Kesaksian Krusial dan Dugaan Pelecehan Niczem menjelaskan bahwa saksi kunci tersebut melihat langsung bagaimana DM membawa korban menggunakan mobil. "Seorang saksi diperiksa pada Sabtu (10/1/2026) lalu, ia teman korban," ujar Niczem pada Minggu (11/1/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mencurahkan isi hatinya terkait tindakan tidak senonoh yang dialaminya.

"Kemudian Evia curhat dosen tersebut telah melakukan perbuatan tak senonoh, lantas mereka melaporkan kasus ke pihak UNIMA," tambah Niczem.

Tak hanya itu, saksi lain juga melihat kepulangan korban ke tempat kos pada 29 Desember 2025 petang dalam kondisi emosional yang terguncang.

"Pada tanggal 29 Desember 2025, pukul 6 sore, dia melihat Maria masuk ke dalam kos, dia bertanya kenapa kamu menangis Maria, jawab Maria ia diturunkan oleh dugaan oknum dosen ini di pinggir jalan dekat lorong," ungkapnya.

Lebih memilukan, korban disebut sempat bercerita mengenai adanya paksaan untuk pergi ke lokasi terpencil.

"Katanya oknum dosen itu ingin melakukan hal tidak baik pada dirinya, dan almarhumah dibawa di pekuburan," kata Niczem menirukan keterangan saksi yang juga melihat adanya luka di kaki korban saat itu.

Sementara itu, satu saksi lainnya yang berada di lokasi mengaku tidak melihat detail kejadian karena "Dirinya fokus di ponsel,".

Aksi Solidaritas "Seribu Lilin" Merespons lambatnya penanganan kasus dan menuntut keadilan bagi almarhumah, gelombang simpati terus mengalir deras.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved