Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Mayat di Tomohon

Identitas Pria yang Ditemukan Meninggal di Komplek Pasar Tomohon Sulut

Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di kompleks Pasar Tomohon, Minggu (29/3/2026), akhirnya terungkap.

Polres Tomohon
PENEMUAN MAYAT - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di komplek Pasar Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (29/3/2026). Identitas mayat korban berusia 53 tahun. Korban diketahui berdomisili di Kelurahan Kinilow, Lingkungan VI, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pria ditemukan meninggal dunia di komplek Pasar Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (29/3/2026).
  • Identitas mayat korban berusia 53 tahun. Korban diketahui berdomisili di Kelurahan Kinilow, Lingkungan VI, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon.
  • Korban disebut tidak memiliki pekerjaan tetap. Dari hasil penyelidikan awal, korban sebelumnya sempat mengalami gangguan kesehatan.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - TOMOHON – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di komplek Pasar Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (29/3/2026), akhirnya terungkap.

Pasar Tomohon terletak di Kelurahan Paslaten Satu, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. 

Korban diketahui bernama Parulian Siregar, yang juga dikenal dengan alias Batak.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Tomohon, IPTU Royke Mantiri saat di hubungi via WhatsApp. 

Berdasarkan data kepolisian, korban berusia 53 tahun. 

Ia diketahui berdomisili di Kelurahan Kinilow, Lingkungan VI, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon.

Korban disebut tidak memiliki pekerjaan tetap.

Dari hasil penyelidikan awal, korban sebelumnya sempat mengalami gangguan kesehatan.

"Seorang saksi menyebut, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 08.00 Wita, korban sempat mengeluhkan pusing di area pasar," Ujar Kasat. 

Saat itu, pihak PD Pasar Tomohon langsung menghubungi RS Anugerah Tomohon untuk memberikan penanganan medis.

Lanjut dia, saksi lain juga melihat korban sempat turun dari mobil ambulans dengan kondisi kepala sudah diperban pada sore harinya.

Bahkan, pakaian korban sempat diganti karena dalam kondisi basah dan kotor.

Polisi juga menemukan resep obat atas nama korban di dekat lokasi penemuan jenazah.

Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan.

"Kami telah menyarankan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat penolakan resmi," Pungkasnya. 

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya. (Pet) 

Baca juga: Fakta-Fakta Penemuan Mayat di Kairagi Satu Manado: Bibir Korban Pecah

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved