Berita Kesehatan
Stroke Kini Sasar Usia Muda 30-an, Berikut Tips Mengenali Gejala dan Tanda-Tandanya
Meski bukan penyebab utama kematian seperti jantung, stroke tercatat sebagai penyakit dengan risiko kecacatan permanen terbesar.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Stroke tetap menjadi ancaman kesehatan serius bagi masyarakat.
- Meski bukan penyebab utama kematian seperti jantung, stroke tercatat sebagai penyakit dengan risiko kecacatan permanen terbesar bagi penderitanya.
- Kondisi ini terjadi akibat gangguan pembuluh darah di otak.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Stroke tetap menjadi ancaman kesehatan serius bagi masyarakat.
Meski bukan penyebab utama kematian seperti jantung, stroke tercatat sebagai penyakit dengan risiko kecacatan permanen terbesar.
Kondisi ini terjadi akibat gangguan pembuluh darah di otak.
Baik karena penyumbatan maupun pendarahan yang memicu kerusakan saraf.
Hal ini ditegaskan oleh Dokter Spesialis Saraf, dr. Gilbert Tangkudung, SpN, Subs NIOOK, FINS, FINA (K) dalam acara Siloam Health Talk di Aryaduta Manado, Kamis (12/3/2026) malam.
Kata dia, cacat disebabkan karena saraf pada otak mati yang mengakibatkan lumpuh pada salah satu bagian tubuh pasien.
"Umumnya terjadi pada mulut, salah satu tangan atau kaki, yang tidak bisa digerakan," kata Dokter Gilbert.
Satu fakta yang cukup mengkhawatirkan adalah pergeseran usia penderita stroke.
Tren medis saat ini menunjukkan bahwa stroke tidak lagi didominasi oleh kelompok lanjut usia.
"Saat ini kita melihat semakin banyak kasus stroke terjadi pada usia produktif. Bahkan ada yang usia 30-an," tuturnya.
Faktor pemicunya terbagi dua.
Pertama adalah faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, ras, dan genetik.
Namun, faktor kedua justru sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang buruk, seperti merokok, sering begadang, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, hingga kurangnya aktivitas fisik.
Masyarakat diminta untuk sigap mengenali gejala awal stroke, di antaranya:
- Wajah atau sudut mulut tampak turun.
- Lumpuh atau sulit mengangkat lengan/kaki.
- Bicara kacau, tidak jelas, atau sulit memahami perkataan orang lain.
- Kehilangan keseimbangan dan pandangan ganda/kabur.
- Peningkatan tekanan darah secara mendadak.
| 10 Penyakit Menonjol di Sulawesi Utara 2025, Hipertensi dan Diabetes Masih Dominan |
|
|---|
| Rutin Minum Lemon? Ini 6 Manfaat Dahsyat dan Efek Samping yang Wajib Diketahui |
|
|---|
| Minum 2 Cangkir Kopi Sehari Bisa Bantu Cegah Penyakit Hati Kronis, Ini Kata Peneliti |
|
|---|
| Atasi Asam Lambung Tinggi dengan Madu, Begini Cara Konsumsinya |
|
|---|
| Penyebab Penuaan Dini pada Wanita Menurut para Peneliti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/SILOAM-HEALTH-TALK-Dokter-Spesialis-Saraf-dr-Gilbert-Tangkudunglu89.jpg)