Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Komunitas

Peringati Hari Ozon, Dua Komunitas Pecinta Alam di Manado Tanam Pohon dan Bersihkan Drainase

Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tansa dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Ampala menggelar aksi kepedulian lingkungan di Kota Manado.

Editor: Rizali Posumah
KMPA TANSA
PECINTA ALAM - Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tansa dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Ampala menggelar aksi kepedulian lingkungan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan yang diadakan pada Minggu (21/09/2025) ini meliputi penanaman pohon pucuk merah di area ketinggian dan pembersihan drainase di Lingkungan 5, Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Manado, Sulawesi Utara.  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam rangka peringatan Hari Ozon, Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tansa dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Ampala menggelar aksi kepedulian lingkungan di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan yang diadakan pada Minggu (21/09/2025) ini meliputi penanaman pohon pucuk merah di area ketinggian dan pembersihan drainase di Lingkungan 5, Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Manado, Sulawesi Utara

Gilbert Tatodi, penanggung jawab kegiatan dari KMPA Tansa, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian terhadap kelestarian ozon yang sangat penting bagi kehidupan.

Meskipun mengakui bahwa aksi mereka tidak dapat menyelesaikan masalah secara instan, ia menekankan pentingnya memulai langkah nyata.

"Aksi kami ini memang tidak serta-merta bisa mencegah kerusakan ozon secara menyeluruh. Namun jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Apakah kita baru akan bertindak ketika dampaknya sudah tak bisa dikendalikan?" ujarnya, sebagaimana rilis yang diterima Tribun Manado.

Lebih lanjut, Gilbert menjelaskan pentingnya lapisan ozon sebagai pelindung bumi dari sinar ultraviolet (UV) matahari.

"Tanpa lapisan ozon, sinar UV-B akan langsung menghantam permukaan bumi, meningkatkan risiko kanker kulit, katarak, gangguan sistem kekebalan tubuh pada manusia, hingga kerusakan pada tumbuhan, hewan, dan seluruh ekosistem," tambahnya.

Ia juga memaparkan bahwa penanaman pohon pucuk merah berkontribusi secara tidak langsung dalam menjaga ozon.

Pohon tersebut, menurutnya, mampu menyerap polutan perusak ozon dan mengurangi kadar karbon dioksida.

Selain penanaman pohon, aksi pembersihan drainase juga dilakukan untuk mencegah banjir dan penyebaran penyakit seperti demam berdarah.

"Aksi ini juga sebagai upaya meminimalkan ancaman demam berdarah yang kini menjadi perhatian serius, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil," tutur Gilbert.

Maikel Pande, perwakilan dari KPA Ampala, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang mendukung.

"Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah setempat dan teman-teman pecinta alam se-Kota Manado. Atas nama KMPA Tansa dan KPA Ampala, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," ungkap Maikel.

Ia berharap aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan tempat di mana kita tinggali bersama? Semoga ke depannya lebih banyak lagi organisasi maupun masyarakat yang ikut ambil bagian dalam aksi-aksi positif seperti ini," ucapnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved