Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Komunitas

Mengenal Komunitas Dump Truck Bolmong Raya, Baru Terbentuk dan Didukung Pemerintah

Komunitas dump truck Bolmong Raya dibentuk sebagai wadah komunikasi dan solidaritas bagi para sopir serta pemilik dump truck.

Penulis: Diki Cahya Mulya Gobel | Editor: Alpen Martinus
Dok. Pemkot Kotamobagu
KOMUNITAS: Pengukuhan Komunitas Dump Truck Bolmong Raya, di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Sulawsi Utara, Minggu (26/10/2025). Dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat. 

Ringkasan Berita:1.Pemerintah Kota Kotamobagu menyatakan dukungan penuh terhadap terbentuknya Komunitas dump truck Bolmong Raya, yang resmi dikukuhkan Minggu (26/10/2025)
 
2.Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, yang hadir dalam acara pengukuhan tersebut, memberikan apresiasi.
 
3.Berawal dari kelompok kecil yang hanya beranggotakan tujuh orang, kini komunitas ini telah berkembang pesat dengan lebih dari 100 anggota aktif dan total sekitar 300 anggota di wilayah Bolmong Raya.

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu menyatakan dukungan penuh terhadap terbentuknya Komunitas dump truck Bolmong Raya, yang resmi dikukuhkan Minggu (26/10/2025) di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. 

Truk jungkit atau truk pembuang adalah truk yang isinya dapat dikosongkan tanpa penanganan.

Truk pembuang biasa digunakan untuk mengangkut barang semacam pasir, kerikil atau tanah untuk keperluan konstruksi.

Baca juga: Sopir Dump Truck Keluhkan Antrean Solar di Sulut: Keluar Malam, Pulang Malam Demi Dapat BBM

Secara umum, truk jungkit dilengkapi dengan bak terbuka yang dioperasikan dengan bantuan hidrolik, bagian depan dari bak itu bisa diangkat keatas sehingga memungkinkan material yang diangkut bisa melorot turun ke tempat yang diinginkan.

Keberadaan komunitas ini dinilai sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pemerataan kerja serta menjaga ketertiban aktivitas transportasi di lapangan.

Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, yang hadir dalam acara pengukuhan tersebut, memberikan apresiasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Pemerintah tentu menyambut baik terbetuknya komunitas seperti ini. Selain memperkuat silaturahmi, komunitas ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proyek pembangunan dan menjaga ketertiban di lapangan,” kata Rendy.

Komunitas dump truck Bolmong Raya dibentuk sebagai wadah komunikasi dan solidaritas bagi para sopir serta pemilik dump truck.

Ketua Komunitas, Sarjan Korompot, menjelaskan bahwa tujuan utama komunitas adalah menciptakan sistem kerja yang adil dan transparan, agar seluruh sopir memperoleh kesempatan kerja yang setara.

Berawal dari kelompok kecil yang hanya beranggotakan tujuh orang, kini komunitas ini telah berkembang pesat dengan lebih dari 100 anggota aktif dan total sekitar 300 anggota di wilayah Bolmong Raya.

Saat ini, mereka tengah memproses pengesahan badan hukum guna memperkuat kelembagaan dan profesionalisme organisasi.

Dalam kegiatan pengukuhan, komunitas juga menyoroti sejumlah persoalan yang kerap dihadapi sopir dump truck, salah satunya sulitnya memperoleh BBM solar di SPBU akibat antrean panjang dan keterbatasan pasokan.

Mereka berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan aspirasi ini kepada pihak terkait, termasuk Pertamina.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved