Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Koperasi Merah Putih

Daftar Lengkap Nama 167 Koperasi Desa Merah Putih di Sangihe Sulut yang Sudah Resmi Terbentuk

Kepala Dinas Koperasi Sangihe menjelaskan seluruh koperasi telah resmi berdiri dan memiliki dasar hukum yang sah.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Tribun Manado/Dokumentasi Tribunmanado Eduard J Tahulending/Ho
KOPERASI MERAH PUTIH - Foto kolase Koperasi Merah Putih dan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Ch. O Paransi, SH, MH, dalam wawancara Tribunmanado.co.id, Jumat (13/02/2026). Kepala Dinas Koperasi Sangihe menjelaskan seluruh koperasi telah resmi berdiri dan memiliki dasar hukum yang sah. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi terbentuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan telah memiliki akta notaris sejak 2025.
  • KDMP tersebar di 145 kampung dan 22 kelurahan sebagai tindak lanjut instruksi presiden untuk memperkuat ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa.
  • Program ini bertujuan mendorong kemandirian pangan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong berbasis komunitas.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sangihe - Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sudah resmi terbentuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

Seluruh koperasi tersebut telah mengantongi legalitas berupa akta notaris sejak 2025.

Program Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan implementasi instruksi presiden dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Di Sangihe, koperasi tersebut tersebar di 145 kampung dan 22 kelurahan.

Kabupaten Kepulauan Sangihe sendiri merupakan salah satu daerah kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara dengan ibu kota berada di Tahuna.

Di kawasan ini, pusat pemerintahan dan pelabuhan utama terletak dalam satu area.

Pelabuhan yang dimaksud adalah Pelabuhan Nusantara Tahuna yang berada di jantung Kota Tahuna.

Dari kawasan pusat kota sekitar Pasar Towo’e atau Kantor Bupati jaraknya hanya berkisar 500 meter hingga 1 kilometer.

Perjalanan dapat ditempuh sekitar 2 sampai 5 menit menggunakan kendaraan, atau 5-10 menit dengan berjalan kaki, tergantung titik keberangkatan.

Kembali pada pembentukan KDMP, inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dalam pengelolaan usaha berbasis komunitas.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Ch. O. Paransi, SH, MH, menjelaskan seluruh koperasi telah resmi berdiri dan memiliki dasar hukum yang sah.

“Ada 145 kampung dan 22 kelurahan. Jadi total 167 KDMP sudah memiliki akta notaris dan resmi terbentuk pada 2025,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (13/02/2026).

Meski demikian, hingga Februari 2026, baru satu KDMP yang tercatat aktif menjalankan usaha, yakni KDMP Kampung Matutuang di Kecamatan Marore. Koperasi tersebut bergerak dalam pendistribusian minyak tanah dan pertalite bagi nelayan setempat.

“Yang usahanya sudah berjalan baru satu, yaitu KDMP Matutuang. Mereka fokus pada distribusi minyak tanah dan pertalite untuk nelayan,” jelas Paransi.

Untuk mempercepat operasional KDMP lainnya, Pemerintah Kabupaten Sangihe melalui Dinas Koperasi telah mengusulkan dukungan anggaran pada tahun 2026, termasuk dalam pembahasan bersama Komisi III DPRD. Namun, pengajuan melalui RKPD 2026 masih menghadapi kendala efisiensi anggaran.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved