Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Koperasi Merah Putih

Daftar Lengkap Nama 500 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sangihe Sulut, Ada Ketua hingga Bendahara

Pembentukan koperasi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi presiden guna memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Tribun Manado/Dokumentasi Tribunmanado Eduard J Tahulending 
KADIS - Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Ch. O Paransi, SH, MH, Dalam Wawancara Tribunmanado, Jumat (13/02/2026). Total keseluruhan pengurus koperasi desa merah putih di Sangihe adalah 500 orang. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah resmi terbentuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Mei 2025, dengan total 500 pengurus mulai dari ketua, sekretaris hingga bendahara.
  • Seluruh KDMP tersebar di 145 kampung dan 22 kelurahan serta telah mengantongi legalitas akta notaris sebagai tindak lanjut instruksi Presiden untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
  • Hingga Februari 2026, baru satu koperasi yang aktif beroperasi.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sangihe - Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah resmi terbentuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) pada Mei 2025.

Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Ibu kota kabupaten ini adalah Tahuna.

Di Tahuna, pusat Kota Sangihe dan pelabuhan utama berada di kawasan yang sama.

Pelabuhan yang dimaksud umumnya adalah Pelabuhan Nusantara Tahuna, yang terletak di pusat Kota Tahuna.

Dari pusat Kota Tahuna (sekitar area Pasar Towo’e / Kantor Bupati) ke Pelabuhan Nusantara Tahuna hanya sekitar 500 meter hingga 1 kilometer.

Waktu tempuh sekitar 2-5 menit menggunakan kendaraan, atau bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 5–10 menit, tergantung titik awal di pusat kota.

Kembali ke topik KDMP, pembentukan koperasi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi presiden guna memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

KDMP tersebar di 145 kampung dan 22 kelurahan se-Sangihe.

Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam pengelolaan usaha berbasis komunitas.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Ch. O Paransi, SH, MH, dalam Wawancara Tribunmanado, Jumat (13/02/2026), menjelaskan bahwa seluruh KDMP telah mengantongi legalitas resmi berupa akta notaris sejak 2025.

“Ada 145 kampung dan 22 kelurahan. Jadi total 167 KDMP sudah memiliki akta notaris dan resmi terbentuk pada tahun 2025,” ujarnya.

Meski demikian, hingga Februari 2026, baru satu KDMP yang tercatat aktif menjalankan usaha, yakni KDMP Kampung Matutuang di Kecamatan Marore. Koperasi tersebut bergerak dalam pendistribusian minyak tanah dan pertalite bagi nelayan setempat.

“Yang usahanya sudah berjalan baru satu, yaitu KDMP Matutuang. Mereka fokus pada distribusi minyak tanah dan pertalite untuk nelayan,” jelas Paransi.

Untuk mempercepat operasional KDMP lainnya, Pemerintah Kabupaten Sangihe melalui Dinas Koperasi telah mengusulkan dukungan anggaran pada tahun 2026, termasuk dalam pembahasan bersama Komisi III DPRD. Namun, pengajuan melalui RKPD 2026 masih menghadapi kendala efisiensi anggaran.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved