Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Koperasi Merah Putih

Daftar Nama 500 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang Ada di Sangihe Sulawesi Utara

Total pengurus yang terlibat mencapai sekitar 500 orang, terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara di masing-masing koperasi desa yang ada di Sangihe.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Tribun Manado/Dokumentasi Tribunmanado Eduard J Tahulending/Ho
KOPERASI MERAH PUTIH - Foto kolase Koperasi Merah Putih dan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Ch. O Paransi, SH, MH, dalam wawancara Tribunmanado.co.id, Jumat (13/02/2026). Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah resmi terbentuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Mei 2025, dengan total 500 pengurus mulai dari ketua, sekretaris hingga bendahara 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berdiri di 145 kampung dan 22 kelurahan di Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak 2025.
  • Seluruh koperasi telah mengantongi akta notaris resmi, dengan total sekitar 500 pengurus yang terlibat.
  • Program ini bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan, kemandirian pangan, dan semangat gotong royong berbasis komunitas.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sangihe - Sebanyak 167 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi berdiri di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pembentukan ratusan koperasi tersebut tuntas pada Mei 2025 sebagai bagian dari tindak lanjut instruksi presiden dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Kabupaten Kepulauan Sangihe sendiri merupakan salah satu daerah kepulauan di Sulut dengan ibu kota di Tahuna.

Pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi berada di Kota Tahuna, termasuk kawasan Pelabuhan Nusantara Tahuna yang menjadi pintu masuk utama wilayah tersebut.

Dari pusat Kota Tahuna sekitar area Pasar Towo’e hingga Kantor Bupati jarak ke Pelabuhan Nusantara Tahuna hanya berkisar 500 meter sampai 1 kilometer.

Perjalanan dapat ditempuh sekitar 2–5 menit dengan kendaraan atau 5-10 menit berjalan kaki.

Kembali pada program KDMP, koperasi tersebut tersebar di 145 kampung dan 22 kelurahan di seluruh wilayah Sangihe.

Total pengurus yang terlibat mencapai sekitar 500 orang, terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara di masing-masing koperasi.

Program KDMP dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas, memperkuat ketahanan pangan, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam pengelolaan usaha bersama masyarakat desa.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jan Ch O Paransi, SH, MH, menjelaskan seluruh KDMP telah mengantongi legalitas resmi berupa akta notaris sejak 2025.

“Ada 145 kampung dan 22 kelurahan. Jadi total 167 KDMP sudah memiliki akta notaris dan resmi terbentuk pada tahun 2025,” ujarnya saat diwawancarai Tribun Manado, Jumat (13/02/2026).

Meski demikian, hingga Februari 2026, baru satu KDMP yang tercatat aktif menjalankan usaha, yakni KDMP Kampung Matutuang di Kecamatan Marore. Koperasi tersebut bergerak dalam pendistribusian minyak tanah dan pertalite bagi nelayan setempat.

“Yang usahanya sudah berjalan baru satu, yaitu KDMP Matutuang. Mereka fokus pada distribusi minyak tanah dan pertalite untuk nelayan,” jelas Paransi.

Untuk mempercepat operasional KDMP lainnya, Pemerintah Kabupaten Sangihe melalui Dinas Koperasi telah mengusulkan dukungan anggaran pada tahun 2026, termasuk dalam pembahasan bersama Komisi III DPRD. Namun, pengajuan melalui RKPD 2026 masih menghadapi kendala efisiensi anggaran.

Meski demikian, Paransi menegaskan bahwa keberhasilan operasional KDMP sangat bergantung pada inisiatif dan kesiapan pengurus di masing-masing desa dan kelurahan.“Kami siap memberikan pembinaan dan sosialisasi. Tinggal bagaimana pengurus di kampung dan kelurahan aktif berkoordinasi dengan kami,” tegasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved