Catatan Seorang Jurnalis
May Day
Merayakan hari buruh 2026, saya teringat pada "nabi" nya. Juga "nabi" saya terdahulu. Yakni Karl Max.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tapi saya tertahan di tengah.
Dengan hati yang condong ke kanan.
Kembali saya digoda ke kiri, dan ditarik lagi ke kanan untuk lagi - lagi macet di tengah.
Begitu seterusnya.
Puji Tuhan. AnugerahNya terus menarik saya dan pada akhirnya itu tak dapat saya tolak. (Irresistible Grace).
Saya kembali pada Tuhan.
Mungkin itulah predestinasi.
Makanya saya sangat percaya dengan itu.
Banyak orang Kristen Reformed yang sejatinya masih bergumul dengan predestinasi.
Tapi saya sudah langsung menerima ajaran itu begitu menjadi Reformed.
Ya, karena pengalaman di atas.
Kepada seorang teman saya yang masih menganut prinsip pertentangan kelas, determinisme ekonomi dan diktatur proleter, saya berkata padanya, persoalan bukan terletak pada sistem. Tapi pada manusia.
Pemerintahan kapitalis yang menindas dirobohkan. Ganti komunis.
Tapi apakah dengan demikian warga sejahtera ? Ternyata tidak.
Malah para pentolan sosialis terbukti lebih menindas ketimbang konglomerat paling rakus sekalipun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hri-buruh-eafgwergw.jpg)