Catatan Seorang Jurnalis
Catatan Seorang Jurnalis: Pedang Tang Sin
Cap Go Meh ternyata sudah digelar sejak kelenteng itu pertama berdiri, yang diperkirakan sekitar tahun 1670.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Cap Go Meh atau Goan Siau kembali menghentak kota Manado di tahun 2026.
Entah ini Cap Go Meh yang keberapa di kota ini ; mungkin ke-300, atau bahkan 400. Tak ada catatan sejarah pastinya.
Hanya ada sedikit cerita dari seorang petinggi Kelenteng Ban Hing Kiong, tempat ibadah Tridharma tertua di Sulawesi Utara.
Cap Go Meh ternyata sudah digelar sejak kelenteng itu pertama berdiri, yang diperkirakan sekitar tahun 1670.
Meliput Cap Go Meh adalah rutinitas tahunanku sebagai jurnalis. Belasan tahun meliput ritual ini membuat aku sangat familiar dengan segala prosesnya, dari tradisi Poa Poe, sembahyang Thian, Cie Sin, Cap Sha, hingga puasa Cia Cai.
Yang terakhir ini bahkan sering terpaksa kujalani di saat wawancara dan disodori makanan. Serba vegetarian, namun jangan samakan dengan makanan ala biksu. Ini serba sayur, tapi diolah dengan teknik khusus hingga rasanya tetap enak.
Bagi saya, seorang penyuka sejarah, liputan Cap Go Meh sangat "bergizi" - ini kategori makanan bergizi yang gratis.
Sejarah Cap Go Meh di Manado unik, menarik, dan penting. Konon ratusan tahun lalu, seorang saudagar Cina terombang-ambing di lautan.
Dia berdoa memohon selamat dan bernazar: "Jika saya selamat, di daerah terdampar akan saya dirikan kelenteng."
Ia selamat, dan nazar pun ditepati. Sebuah kelenteng berdiri di Manado dengan nama Ban Hing Kiong, di mana Dewi Ma Co menjadi "tuan rumah"-nya.
Tang Sin pertama bernama Oey Pie. Oey melakukan sumpah suci bahwa tujuh turunannya akan menjalani kehidupan sebagai Tang Sin atau duta Allah untuk memikul dosa manusia serta membawa berkat.
Nah, Tang Sin Kelenteng Ban Hing Kiong yang tampil di Cap Go Meh 2026 ini adalah turunan keenam dari Tang Sin pertama. Namanya Vincent.
Masih berusia 21 tahun, Vincent viral selama beberapa hari terakhir ini.
Videonya kala menjadi Tang Sin ramai dibagikan netizen. Ia disebut sebagai Tang Sin termuda, dan banyak kaum hawa mengagumi ketampanannya.
Namun, jangan kira kehidupannya lantas berubah glamor pasca terkenal.
Seorang Tang Sin mesti menjalani kehidupan yang tak mudah dijalani orang kebanyakan.
Dirinya harus berperilaku baik, jadi teladan, serta rajin membina diri. Saat saya wawancarai sebelum beraksi, ia mengaku selalu ada kekhawatiran, "Tapi saya punya keyakinan bahwa Sin Beng atau Roh Suci akan menyertai," katanya.
Aksi Tang Sin yang terlihat seperti melukai diri bukanlah pameran kekuatan, melainkan sebuah gerakan teologis.
Tang Sin memukul bahu dengan pedang merupakan simbol dari Tuhan yang memikul kelemahan dan dosa manusia.
Gerakan menusuk lidah adalah peringatan bagi umat untuk menjaga mulut, karena dosa kerap muncul dari perkataan.
Adapun gerakan mengayunkan pedang ke kiri dan kanan adalah simbol keselarasan antara Yin dan Yang.
Sejak digelar pertama kali, Cap Go Meh telah jadi bagian dari kehidupan warga Manado hingga mereka punya istilah tersendiri yakni Ence Pia.
Dari zaman Belanda, Permesta, bahkan Orde Baru, Ence Pia di Manado terus eksis.
Di zaman Orde Baru, saat kebudayaan Cina ditekan dengan keras, Ence Pia tetap digelar di Manado.
Mungkin Manado satu-satunya kota di Indonesia yang menggelar Cap Go Meh secara terbuka di era tersebut.
Saya kira itu karena kekuatan harmoni dari warga Manado yang plural sanggup mendorong Cap Go Meh untuk tetap berada di panggung, dan kekuatan represif saat itu tak sanggup melawannya.
Cap Go Meh selalu sama setiap tahun, tapi bagi saya, sudut liputannya tak pernah habis. Sangat kaya.
Awal 2026 ini dibuka dengan konflik di belahan dunia sana. Saya terharu menyaksikan musik bambu memainkan lagu Sholawat saat jelang buka puasa di acara umat Tridharma.
Umat Muslim yang mendengarnya bernyanyi, lantas bertepuk tangan di penghujung lagu.
Musik bambu lainnya memainkan lagu Hymn of the Battle Republic, dan yang muncul di hati saya adalah semangat untuk berperang dengan hawa nafsu dan cinta diri, dua sikap barbar yang selalu menganggap "yang lain" sebagai musuh. Keselarasan dan harmoni.
Untuk itulah Tang Sin mengayunkan pedangnya ke kiri dan kanan. (Arthur Rompis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Aksi-Tang-Sin-dalam-Cap-Go-Meh-di-Manado-GJFJHJ.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.