Minggu, 31 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Laporan dari Australia

Murid SD di Australia Dilarang Main Medsos, Mahasiswa Cari Pacar Kutu Buku dan HP Jadul

Terjadi fenomena pada remaja dan mahasiswa meninggalkan ketagihan menggunakan telepon seluler smartphone, serta media sosial. 

Tayang:
Penulis: Domu D Ambaria | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Domu Ambarita
KUNJUNGAN - Sejumlah wartawan delegasi Australia-Indonesia Senior Editors Program kunjungi Bertram Primary School. Kunjungan ini difasilitasi Kedubes Australia untuk Indonesia di Jakarta 

Alat musik khas Sunda yang terbuat dari bambu, angklung di meja lainnya.

Gambar-bambar sosok-sosok pewayangan berupa kartun digunting, peta wilayah Indonesia, slogan-slogan Indonesia terpampang di empat sisi dinding.

Tempelan tulisan-tulisan seperti ‘Halo, Pak, Bu’. ‘Siapa nama kamu?’ di bawahnya basaha Inggris, ‘What is your name?’. ‘Nama Saya Bob. My name is Bob’.

Ada pula ucapan salam, ‘Selamat malam’, ‘Selamat sore’, pun poster ‘Ayo berhitung’, dan ‘Nama-nama hari’.  

Juga mengenai alam. ‘Air, water’, ‘api, fire’, ‘bumi, earth’, ‘angin, wind’. ‘Bagus’, ‘Baik sekali’, ‘menarik’, ‘fantastik’, ‘luar biasa’, ‘hebat’, dan masih banyak lagi.

Gambar orang sedang mengayuh becak, gambar penari, kerajinan batik, topeng khas Bali.

Lembar-lembar kertas mewarnai gambar satwa endemik Australia maupun asal Indonesia disertai kesan-pesan dalam Bahasa Inggris, kemudian dibubuhi nama murid SD Negeri dari Bandung pun ditempeli di kaca. Tulisian sahabat pena.

Sekolah Dasar Negeri Bertram Austalia rupanya bermitra dengan SD Negeri 023 Pajagalan Kota Bandung, Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

Murid-murid lalu memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Indonesia.

Ya, mereka praktik percakapan Bahasa Indonesia. Sebagian mereka mengaku pernah liburan ke Pulau Bali, dan mempraktikkan Bahasa Indonesia

Austin, murid kelas 6, misalnya, mengucapkan ‘terima kasih’ kepada pelayan restoran atau hotel.

Juga mengajak kenalan anak-anak asli Bali. Ada pun Mia, pelajar kelas 5, bercerita senang belajar budaya dan bahasa Indonesia.

Gadis cilik ini cerita, gemar bermain sepak takraw, cabang olahraga perpaduan sepakbola dan voly.

Bahan bolanya, berupa anyaman atau gulungan rotan dibuat bulat menyerupai bola.

Saat sesi tanya jawab, ada wartawan Indonesia yang bertanya tentang, apakah murid-murid sudah terbiasa menggunakan media sosial?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved