Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Mitra

Identitas 10 Tersangka Konflik di Desa Watuliney dan Molompar Mitra Sulut

Identitas 10 tersangka konflik di Desa Watuliney dan Molompar, Kabupaten Mitra, Sulut. Lengkap dengan penjelasan peran masing-masing.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Frandi Piring
Dok. Polres Mitra
TAHANAN - Identitas 10 tersangka konflik di Desa Watuliney dan Molompar, Kabupaten Mitra, Sulut. Lengkap dengan penjelasan peran masing-masing. 

Polisi tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka seiring pendalaman kasus.

Kabid Humas Polda Sulut AKBP Alamsyah Hasibuan menambahkan, langkah penanganan telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk koordinasi dengan Forkopimda Sulut dan Mitra.

Dijelaskannya, akar masalah dalam kericuhan ini adalah perselisihan antarkelompok anak muda.

“Ini murni perkelahian kelompok anak muda. Polisi bergerak cepat, dan situasi saat ini terkendali,” tegas Hasibuan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres Mitra, Selasa 2 November 2025.

Bupati Mitra Ronald Kandoli sebelumnya menghadiri Tatap Muka dan Dialog Forkopimda Sulut bersama masyarakat Desa Molompar Raya dan Watuliney Raya pada Senin, 1 Desember 2025 kemarin.

Pertemuan yang dipimpin Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay berlangsung di Aula GMIM Silo Watuliney.

Itu menjadi momentum penting meredam ketegangan pascakonflik sosial di wilayah tersebut.

BENTROK DI MITRA - Bupati Mitra Ronald Kandoli turun langsung ke lokasi bentrok di Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Minggu 30 November 2025. Ia berharap pelaku ditindak tegas aparat kepolisian.
BENTROK DI MITRA - Bupati Mitra Ronald Kandoli turun langsung ke lokasi bentrok di Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Minggu 30 November 2025. Ia berharap pelaku ditindak tegas aparat kepolisian. (Dok. Diskominfo Minahasa Tenggara)

Beberapa pimpinan daerah hadir, termasuk Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Julianto, Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, Ketua DPRD Mitra Sofia Antou, Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, Dandim 1302 Letkol Inf. Bonaventura Ageng Santoso, Wakil Bupati Fredy Tuda, serta jajaran TNI–Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Wagub Victor Mailangkay menegaskan dengan jelas kasus yang terjadi bukan konflik SARA atau agama, melainkan murni tindak kriminal yang akan diproses hukum secara menyeluruh.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ronald Kandoli juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pascakejadian.

Pemkab Mitra bersama Forkopimda sudah turun langsung ke Molompar dan Watuliney pascakericuhan terjadi.

“Saya ingin menegaskan kembali apa yang disampaikan Bapak Kapolda, mari kita percayakan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada aparat keamanan," kata dia.

"Kita harus menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan memberi ruang agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Kandoli.

Dialog berlangsung hangat dan menjadi upaya konkret pemerintah untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Minahasa Tenggara tetap terjaga. (Nie)

Baca juga: Kericuhan di Desa Watuliney dan Molompar Mitra Murni Perkelahian Kelompok Anak Muda

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved