Pemkab Minut
Bupati Minut Joune Ganda Beber Pandangan Apkasi Terhadap Chandler Governance Group
Bupati Kabupaten Minut Dr Joune Ganda, dalam kapasitas sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
Ringkasan Berita:
- Bupati Kabupaten Minahasa Utara Joune Ganda, kembali dipercayakan menjadi pembicara di tingkat nasional
- Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Joune Ganda hadir dalam diskusi panel Diseminasi Regional Government Success Scorecard (RGSS) yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta
- Joune Ganda menegaskan sikap Apkasi terkait pengukuran kinerja pemerintah daerah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda, kembali dipercayakan menjadi pembicara di tingkat nasional.
Kali ini, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Joune Ganda hadir dalam diskusi panel Diseminasi Regional Government Success Scorecard (RGSS) yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Acara bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) bersama Kementerian Dalam Negeri, dengan dukungan Chandler Governance Group (CGG).
Kepada wartawan, Joune Ganda menegaskan sikap Apkasi terkait pengukuran kinerja pemerintah daerah.
Menurutnya, evaluasi tidak boleh terjebak pada standardisasi angka administratif semata, melainkan harus berpijak pada realitas dan karakteristik unik setiap wilayah.
"Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang ekstrem. Oleh karena itu, instrumen evaluasi dari pemerintah pusat perlu mengadopsi prinsip keadilan yang melihat proses perjuangan daerah di tengah keterbatasan," ujar Joune Ganda saat ditemui di sela-sela menghadiri Ibadah Agung Pembukaan Hari Persatuan (Hapsa) P/KB Sinode GMIM di Mission Center Ringroad Manado, Jumat (5/6/2026).
Bupati Minahasa Utara ini memberikan gambaran konkret mengenai ketimpangan kondisi antarwilayah di Indonesia.
"Kabupaten di Pulau Jawa tentu menghadapi kondisi yang berbeda dengan kabupaten di kawasan perbatasan, kepulauan, atau pegunungan. Ketika kita mengukur keberhasilan daerah, yang perlu dilihat bukan hanya hasil akhirnya, tetapi kondisi awal, kapasitas yang dimiliki, serta tantangan yang harus dihadapi," jelasnya.
Lebih lanjut, saat melakukan pemaparan terkait RGSS di Jakarta, Joune menyatakan bahwa Apkasi pada dasarnya menyambut baik inovasi tersebut.
Namun, ia memberikan catatan kritis yang cukup tajam.
Ia menekankan bahwa RGSS harus diposisikan sebagai instrumen pembelajaran (learning tool), bukan sebagai instrumen penghakiman.
"Tujuannya bukan menentukan siapa yang terbaik dan terburuk, melainkan agar seluruh daerah bisa bergerak maju bersama," tegas Joune.
Oleh karena itu, Apkasi mendesak agar metode perbandingan dalam RGSS dilakukan secara apple-to-apple.
"Kabupaten kepulauan harus dibandingkan dengan kabupaten kepulauan, perbatasan dengan perbatasan, dan industri dengan industri. Harus membandingkan yang sebanding," tambahnya lagi.
| Pemkab Minut Ajak Dukung Annabelle Maliangkay di Pemilihan Putri Otonomi Indonesia, Ini Caranya |
|
|---|
| Likupang Minut Masuk Peta Jalan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar, Ini Aspek Utamanya |
|
|---|
| ASN Pemkab Minut Terima Gaji 13 Tepat Waktu, Ini Pesan Bupati Joune Ganda |
|
|---|
| Satpol PP Minut Kembali Tertibkan Penjual Kue Biapong di Bahu Jalan Ringroad |
|
|---|
| Ratusan Personil di Kerahkan Pemkab Minut, Bantu Penanganan Pasca Banjir Bandang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pembicara-Diskusi-Bupati-Kabupaten-Minahasa-Utara-Minut-Dr-hkkhjk897hh.jpg)