Unima
Mahasiswa dan Alumni Demo di Kantor Pusat Unima, Aksi Solidaritas Lawan Pelecehan Seksual
Aksi solidaritas tersebut berkaitan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Unima yang terjadi belum lama ini.
Penulis: Ventrico Nonutu | Editor: Ventrico Nonutu
Ketua DPC GMNI Minahasa Riand Salu menambahkan bahwa pihaknya mendesak Rektorat UNIMA untuk tidak berhenti pada sanksi administratif, tetapi melakukan reformasi institusional.
"Audit kinerja Satgas, pelibatan unsur mahasiswa dan organisasi perempuan, serta pembenahan SOP penanganan kekerasan seksual yang berorientasi pada pencegahan dan pemulihan korban," katanya.
Menurutnya, jika sistem ini tidak dibenahi, maka tragedi serupa berpotensi terus berulang.
"Kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk berpikir dan belajar, bukan ruang sunyi yang mematikan korban melalui ketakutan dan pembungkaman," pungkas Riand.
(TribunManado.co.id/Ico)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Unima Kembali Disorot, Dugaan Korupsi Gedung Pancasila Rp71 Miliar Masuk Penyelidikan Polda Sulut |
|
|---|
| Sejarah Singkat Universitas Negeri Manado, Kampus Sejuk dengan Pemandangan Danau Tondano |
|
|---|
| Putra Mantan Rektor Soroti Keterbukaan Informasi Publik Unima, Harga Diri Sulut |
|
|---|
| Sosok Joseph Kambey Rektor Universitas Negeri Manado, Tegas Nonaktifkan Oknum Dosen Bermasalah |
|
|---|
| Sanksi untuk DAM Oknum Dosen Unima yang Terseret Kasus Kematian Mahasiswi Evia Maria Mangolo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Puluhan-massa-aksi-saat-demonstrasi-di-Kantor-Pusat-Unima-Senin-512026.jpg)