Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Unima

Putra Mantan Rektor Soroti Keterbukaan Informasi Publik Unima, Harga Diri Sulut

Hearing ini digelar menyoal kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) pada 30 Desember 2025 lalu. 

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
KRITIK: Legislator DPRD Sulawesi Utara, Billy Lombok kritik gaya komunikasi publik Unima 

Ringkasan Berita:1.Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano dapat kritikan pedas lantaran kasus kematian Evia Maria Mangolo.
 
2.DPRD Sulawesi Utara menyoroti gaya komunikasi publik Unima
 
3.Ia pun mengajak Rektor Unima untuk berani melakukan perubahan dan pembenahan internal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano dapat kritikan pedas lantaran kasus kematian Evia Maria Mangolo.

Alamat Unima berada di Jalan Kampus Unima, Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Kritikan tersebut disampaikan oleh dua legislator Sulawesi Utara.

Baca juga: DPRD Sulawesi Utara Minta Unima Perbaiki Gaya Komunikasi Publik, Billy Lombok: Saatnya Berbenah

Mereka adalah Billy Lombok dan Pierre Makisanti.

DPRD Sulawesi Utara menyoroti gaya komunikasi publik Unima

Itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, Billy Lombok SH MAP dalam rapat dengar pendapat dengan Rektor Unima, Dr Joseph P Kambey SEAk MBA, Selasa 14 Januari 2026.

Hearing ini digelar menyoal kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) pada 30 Desember 2025 lalu. 

"Komunikasi publik Unima dikembangkan. Harus lebih terbuka. Hearing ini tidak akan jadi kalau komunikasi publik jalan bagus," kata politisi Demokrat ini. 

Katanya, publik menilai Unima tidak komunikatif. Itu tercermin di media sosial. 

"Karena itu juga mungkin publik menyentil, kiapa so kang Unima bela-bela oknum. Keterbukaan informasi publik dari Unima sangat kurang. Karena itu kesannya Rektorat terkesan membela oknum," kata Lombok. 

Ia pun mengajak Rektor Unima untuk berani melakukan perubahan dan pembenahan internal. 

"Unima adalah perguruan tinggi tertua. IKIP, Unima adalah harga diri Sulut," ujar Lombok yang notabene putra mantan Rektor Unima, Prof Dr JLL Lombok SH MSi. 

Sementara itu, anggota Komisi IV lainnya, Pierre Makisanti mengingatkan, peristiwa kematian Evia menjadi momen untuk berbenah 

"Kita semua prihatin dengan kasus ini. Karena itu, ini momen Unina memperkuat pengawasan internal maupun lembaga mahasiswa," kata politisi PDIP asal Minahasa ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved