Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga BBM

Harga BBM Nonsubsidi Rp 24.150 per Liter, Antrean Solar Subsidi Mengular di SPBU Sonder Minahasa

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara tampaknya mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
SPBU - Antrean Kendaraan di SPBU 74.956.04 Sonder, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026). Tampak puluhan kendaraan tampak mengular hingga beberapa meter dari area SPBU. Didominasi truk dan bus. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Sulut tampaknya mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.  

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara tampaknya mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. 
  • Pantauan di SPBU 74.956.04 Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026), sejumlah kendaraan tampak antri untuk mengisi bbm subsidi jenis solar
  • Salah satu yang mencolok adalah BBM non subsidi jenis Dexlite yang kini mencapai Rp 24.150 per liter. 

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tampaknya mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. 

Salah satu yang mencolok adalah BBM non subsidi jenis Dexlite yang kini mencapai Rp 24.150 per liter. 

Sedangkan Pertamina Dex dijual Rp 24.450 per liter. 

Pantauan di SPBU 74.956.04 Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026), sejumlah kendaraan tampak antri untuk mengisi bbm subsidi jenis solar

Puluhan kendaraan tampak mengular hingga beberapa meter dari area SPBU. Didominasi truk dan bus.

Sejumlah warga beralih ke solar subsidi karena selisih harga yang cukup jauh dibandingkan Dexlite.

SPBU - Antrean Kendaraan di  SPBU 74.956.04 Sonder, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026).
SPBU - Antrean Kendaraan di SPBU 74.956.04 Sonder, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026). Tampak puluhan kendaraan tampak mengular hingga beberapa meter dari area SPBU. Didominasi truk dan bus.

Lonjakan harga ini disebut-sebut tidak lepas dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dunia. 

Kondisi tersebut kemudian berimbas pada penyesuaian harga BBM non subsidi di dalam negeri.

Meski harga BBM non subsidi mengalami kenaikan, BBM subsidi seperti solar masih terpantau normal. 

Namun, situasi ini justru memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. 

Terutama pengguna kendaraan besar seperti bus dan truk.

Kenaikan harga BBM non subsidi ini dinilai menjadi ancaman bagi warga.

khususnya mereka yang sebelumnya memilih karena menghindari antrean panjang. 

Kini, selain harus menghadapi harga yang melonjak, mereka juga terpaksa beralih ke BBM subsidi dengan konsekuensi antre lebih lama.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved