Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Unima

Mahasiswa dan Alumni Demo di Kantor Pusat Unima, Aksi Solidaritas Lawan Pelecehan Seksual

Aksi solidaritas tersebut berkaitan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Unima yang terjadi belum lama ini.

Penulis: Ventrico Nonutu | Editor: Ventrico Nonutu
Dok. Pribadi/Istimewa
AKSI SOLIDARITAS - Puluhan massa aksi saat demonstrasi di Kantor Pusat Unima, Senin (5/1/2026). Aksi solidaritas tersebut berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Unima yang terjadi belum lama ini. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi demonstrasi di Kantor Pusat Unima, Senin (5/1/2026).
  • Massa aksi dari unsur mahasiswa dan alumni Unima.
  • Aksi Solidaritas tersebut terkait dengan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen Unima.

TRIBUNMMANADO.CO - Mahasiswa dan alumni Universitas Negeri Manado menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pusat Unima, Senin (5/1/2026).

Aksi solidaritas tersebut berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Unima yang terjadi belum lama ini.

Terbongkarnya kasus tersebut setelah seorang mahasiswi FIPP Unima ditemukan meninggal tak wajar di salah satu kos-kosan di Tomohon.

Aksi Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 pagi tadi dan berakhir sekira pukul 14.00 Wita.

Puluhan massa aksi diterima oleh wakil rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita.

Salah satu peserta aksi, Chastro Purba, mengatakan bahwa massa aksi tak puas dengan pernyataan pihak Unima.

"Unima tidak memberikan kepastian yang jelas terkait dengan status pelaku," katanya.

Kata dia, kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus Unima bukan baru kali ini terjadi.

"Sebelumnya juga pernah terjadi. Pada November lalu ada mahasiswa yang melapor dengan keluhan yang sama, tapi tak ada tindakan serius dari pihak kampus," jelas Chastro.

Chastro mengatakan bahwa oknum terduga pelaku masih beraktifitas di kampus.

"Kami berharap pihak Unima dan Kepolisian untuk serius dan transparan dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi li lingkungan kampus," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC GMNI Minahasa, Kasih Pinatik, mengaku prihatin dengan kasus dugaan pelecehan yang terjadi Unima.

"Kasus ini menunjukkan kegagalan sistem pedoman penanganan kekerasan seksual," katanya.

Menurutnya, penonaktifan sementara terduga pelaku setelah kematian korban, mencerminkan asimetri kuasa dosen dan mahasiswa, serta minimnya sensitivitas gender dalam respons institusional.

"Soal aksi solidaritas yang digelar tadi, Rektor Unima Joseph Kambey wajib merespons demi lingkungan akademik aman bagi perempuan," tegas Kasih.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved