Minggu, 7 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penikaman di Manado

Nuansa Duka di TKP Pembunuhan di Pasar 45 Manado, Sopir Bawa Bunga dan Pasang Lilin

Nuansa duka nampak di TKP pembunuhan  Pheyy, seorang sopir yang tewas dibunuh di depan Jumbo Swalayan

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Glendi Manengal
Tribun Manado/Arthur_Rompis
DUKA - Nuansa duka nampak di TKP pembunuhan Pheyy, seorang sopir yang tewas dibunuh di depan Jumbo Swalayan, Pasar 45, kota Manado, provinsi Sulut, Minggu (7/6/2026). Foto hingga karangan bunga diletakkan tepat di TKP. 

Jarak antara lokasi penikaman dengan Mapolresta Manado diperkirakan hanya sekitar 100 hingga 300 meter.

Dengan berjalan kaki, jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu kurang dari lima menit.

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu dipicu oleh perselisihan antara korban dengan kedua terduga pelaku yang diketahui sama-sama berprofesi sebagai sopir angkutan kota atau mikrolet.

Dari keterangan yang diperoleh penyidik, Bombi dan Nelson saat itu tengah mengemudikan mikrolet ketika mereka dihentikan oleh korban.

Dalam pertemuan tersebut, korban diduga melakukan tindakan penganiayaan dengan memukul salah satu pelaku hingga mengenai bagian wajah.

Usai insiden itu terjadi, Bombi dan Nelson memilih meninggalkan lokasi dan pulang.

Namun, beberapa waktu kemudian korban disebut kembali menghubungi keduanya dan meminta agar mereka datang lagi ke lokasi kejadian dengan tujuan menyelesaikan persoalan yang sebelumnya terjadi.

Saat kedua pelaku memenuhi permintaan tersebut dan kembali ke tempat kejadian perkara, situasi justru berubah menjadi semakin tegang.

Berdasarkan pengakuan Bombi dan Nelson kepada penyidik Polresta Manado, korban diduga lebih dahulu melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis pisau ke arah salah satu pelaku.

Serangan itu disebut berhasil ditepis sehingga tidak mengenai sasaran.

Keterangan kedua pelaku tersebut saat ini masih didalami oleh penyidik untuk memastikan secara utuh kronologi kejadian, termasuk peran masing-masing pihak dalam peristiwa yang menyebabkan Ferry Maweru alias Pheyy meninggal dunia. (Art) 

(TribunManado.co.id/Art)

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved