Minggu, 7 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penikaman di Manado

Nuansa Duka di TKP Pembunuhan di Pasar 45 Manado, Sopir Bawa Bunga dan Pasang Lilin

Nuansa duka nampak di TKP pembunuhan  Pheyy, seorang sopir yang tewas dibunuh di depan Jumbo Swalayan

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Glendi Manengal
Tribun Manado/Arthur_Rompis
DUKA - Nuansa duka nampak di TKP pembunuhan Pheyy, seorang sopir yang tewas dibunuh di depan Jumbo Swalayan, Pasar 45, kota Manado, provinsi Sulut, Minggu (7/6/2026). Foto hingga karangan bunga diletakkan tepat di TKP. 

(TKP) dengan tujuan menyelesaikan masalah untuk damai.

Namun, saat kedua pelaku kembali ke TKP korban langsung menyerang menggunakan senjata tajam jenis pisau ke arah salah satu pelaku namun berhasil ditangkis dan kemudian kedua pelaku langsung membalas menikam korban berulang-ulang kali.

“Hal ini berdasarkan pengakuan kedua pelaku saat dilakukan pemeriksaan,” tutur Kasat.

Kata Kasat, setelah melakukan penikaman kedua pelaku langsung datang dan menyerahkan diri ke Polresta Manado.

“Mereka juga membawa senjata tajam yang dipakai untuk melakukan penikaman,” jelasnya.

Elwin mengungkapkan, baik korban maupun pelaku sama-sama bekerja sebagai supir mikro di Manado.

“Sama-sama sopir mikro jadi mungkin saling kenal,” tandasnya.

Mantan Kapolsek Malalayang ini memastikan pihaknya akan memproses kasus ini hingga tuntas.

“Pasti karena kalau terbukti melanggar hukum kita proses,” pungkasnya. 

Korban kemudian dibawa rumah sakit untuk mendatkan penanganan lantaran luka tikam.

Namun akhirnya meninggal dunia.

Kronologi

Aparat kepolisian mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya Ferry Maweru alias Pheyy (33) dalam kasus penikaman di depan Jumbo Swalayan, kawasan Pasar 45, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Dua pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, yakni BD alias Bombi (25) dan ND alias Nelson (23), diketahui mendatangi Polresta Manado untuk menyerahkan diri tidak lama setelah kejadian berlangsung.

Peristiwa berdarah itu terjadi di salah satu titik keramaian pusat Kota Manado yang lokasinya sangat dekat dengan Markas Polresta Manado.

Kantor kepolisian tersebut berada di Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, tepat di sisi kawasan Jumbo Pasar 45.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved