Cuaca Ekstrem di Manado
Angin Kencang Semalam, Ranting dan Dedaunan Berserakan di Jalan 17 Agustus Manado
“Iya, tadi pagi saya datang ke kantor di jalanan sudah berserakan ranting dan dedaunan. Kalau pohon tumbang sih sejauh saya lihat tidak ada,"
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Ringkasan Berita:
- Di sepanjang Jalan 17 Agustus misalnya, ranting dan dedaunan berserakan.
- Ada ruas jalan yang masih digenangi air hingga ranting serta daun yang gugur akibat.
- Hal itu akibat terpaan angin yang cukup kuat sepanjang malam.
TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, sejak Rabu (11/3/226) malam memberikan dampak di sejumlah wilayah.
Di sepanjang Jalan 17 Agustus misalnya, ranting dan dedaunan berserakan.
Hingga Kamis (12/3/2026) pagi, ada ruas jalan yang masih digenangi air hingga ranting serta daun yang gugur akibat terpaan angin yang cukup kuat sepanjang malam.
Seorang warga bernama Dimas mengaku jalan sudah dipenuhi ranting dan dedaunan yang berserakan.
“Iya, tadi pagi saya datang ke kantor di jalanan sudah berserakan ranting dan dedaunan. Kalau pohon tumbang sih sejauh saya lihat tidak ada," ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga yang tinggal di Jalan 14 Februari, Teling Atas, bernama Adian.
Meski angin bertiup cukup kencang dan terdengar menakutkan, tidak ada pohon tumbang di wilayah tersebut.
Hanya saja, kebun dan jalanan di gang juga tak luput dari ranting dan dedaunan yang gugur.
"Memang semalam ngeri sekali, suara anginnya sampai terdengar. Seng-seng warga juga sampai hampir lepas,” katanya.
Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi hingga Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Alhamdulillah - Opick feat. Amanda
Baca juga: 3 Berita Populer Sulut: Kejati Periksa Wabup Sitaro, Kasek Bawaslu akan Diperiksa Kejari Kotamobagu
Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, cuaca ekstrem tersebut disebabkan sejumlah faktor.
Beberapa di antaranya adalah fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial, gelombang frekuensi rendah, hingga indeks SOI yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, adanya TC Nuri membuat angin berbelok ke Sulut.
Untuk itu, masyarakat di Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, dan Kepulauan Sitaro diminta waspada.(*)
| Warga Sebut Sampah Jadi Pemicu Banjir di Kelurahan Sario Manado Akhir Pekan Lalu |
|
|---|
| Dampak Cuaca Ekstrem di Manado Beberapa Waktu Terakhir, Ada Banjir hingga Longsor |
|
|---|
| Longsor di Pulau Manado Tua, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Rusak Perahu Nelayan Tradisional di Sindulang Manado |
|
|---|
| Ombak Tinggi dan Angin Kencang, Nelayan Tradisional Manado Sulut Hampir Sebulan Tak Melaut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/JALAN-Daun-dan-ranting-berserakan-di-Jalan-17-Agustus-Teling-Atas-Wanea-Manado.jpg)