Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Kopra

Harga Kopra di Manado Kembali Anjlok, Petani Minta Pemerintah Cari Solusi

Menurut Repsi, harga kopra yang tidak stabil membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan keuntungan maksimal

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
KOPRA - Harga kopra di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan harga ini memicu kepanikan di kalangan petani kelapa di Manado. 
Ringkasan Berita:1.Turunnya harga kopra tersebut dikeluhkan para petani karena dinilai sangat mempengaruhi pendapatan mereka.

‎2.Apalagi, biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari terus mengalami kenaikan.

3.Menurut Repsi, harga kopra yang tidak stabil membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Harga kopra di Kota Manado kembali tak berpihak kepada para petani.

Perlahan harga kopra anjlok, membuat para petani mulai kecewa.

Saat ini, harga kopra tercatat berada di angka Rp14.500 per kilogram setelah sebelumnya sempat berada di kisaran harga lebih tinggi Rp 15.000 ribu. 

Baca juga: Harga Kopra Turun Rp 14.500 di Manado, Petani Kelapa Kecewa

Belum diketahui kapan harga kopra akan kembali normal seperti sebelumnya.

Turunnya harga kopra tersebut dikeluhkan para petani karena dinilai sangat mempengaruhi pendapatan mereka.

Apalagi, biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari terus mengalami kenaikan.

"Kalau harga terus turun seperti ini, tentu sangat berat bagi petani. Hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” ungkap Repsi salah satu petani kelapa di Manado

Menurut Repsi, harga kopra yang tidak stabil membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. 

Sehingga mereka berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memperhatikan kondisi petani kelapa yang saat ini menghadapi tekanan harga.

"Kami hanya bisa berteriak kepada pemerintah agar bisa cari solusi," ungkapnya. 

Meski demikian, para petani tetap berharap harga kopra bisa kembali naik dalam waktu dekat agar perekonomian masyarakat yang bergantung pada komoditas kelapa dapat kembali membaik.

"Sulawesi Utara sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia, sehingga perubahan harga kopra sangat berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di wilayah pedesaan,' pungkasnya. (FER)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved