Cuaca Ekstrem di Manado
Dampak Cuaca Ekstrem di Manado Beberapa Waktu Terakhir, Ada Banjir hingga Longsor
“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan drainase permukiman dan aliran sungai meluap hingga masuk ke jalan dan rumah warga,”
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Ringkasan Berita:
- BPBD Manado mencatat peristiwa terbanyak terjadi pada Sabtu (14/2/2026).
- Hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama bencana tersebut.
- Drainase permukiman dan aliran sungai meluap hingga masuk ke jalan dan rumah warga.
TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, dalam beberapa waktu terakhir berdampak bagi masyarakat.
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami banjir dan tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado mencatat peristiwa terbanyak terjadi pada Sabtu (14/2/2026).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Kota Manado, Angelina Juli Bajodo, mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama bencana tersebut.
“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan drainase permukiman dan aliran sungai meluap hingga masuk ke jalan dan rumah warga,” ujar Angelina, Selasa (18/2/2026).
Di Kelurahan Sario Utara Lingkungan 1, sebanyak 40 kepala keluarga atau 117 jiwa terdampak banjir.
Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia, yaitu warga Kelurahan Sario Utara bernama Joktan Tatimu (67).
“Korban meninggal dunia akibat terpeleset saat mengevakuasi barang-barang,” kata Angelina.
Sementara itu di Kelurahan Singkil II dan Taas, material longsor menimpa rumah warga dan menyebabkan kerusakan pada bagian dapur dan lahan milik warga.
BPBD mencatat, banjir terjadi akibat meluapnya beberapa aliran sungai di antaranya Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Sungai Sawangan, dan Sungai Sario, yang menggenangi wilayah Kecamatan Singkil, Tuminting, dan Tikala.
Banjir dan longsor terjadi di sejumlah kelurahan, yaitu:
- Singkil II
- Karombasan Utara
- Taas
- Bualo
- Tanjung Batu
- Sario Utara
- Banjer
- Tikala
- Wanea
- Komo Luar
- Wenang
Langkah Penanganan
Pascakejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Manado bersama aparat terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Polda Sulut, dan Polresta Manado langsung turun ke lokasi.
Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pemerintah setempat, kaji cepat di lokasi, edukasi kebencanaan, serta evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
“Tim kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan,” jelas Angelina.
| Angin Kencang Semalam, Ranting dan Dedaunan Berserakan di Jalan 17 Agustus Manado |
|
|---|
| Warga Sebut Sampah Jadi Pemicu Banjir di Kelurahan Sario Manado Akhir Pekan Lalu |
|
|---|
| Longsor di Pulau Manado Tua, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Rusak Perahu Nelayan Tradisional di Sindulang Manado |
|
|---|
| Ombak Tinggi dan Angin Kencang, Nelayan Tradisional Manado Sulut Hampir Sebulan Tak Melaut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Lingkungan-III-Bualo-Kelurahan-Manado-Tua-Dua-Kecamatan-Manado.jpg)