Sejarah
Begini Penuturan Saksi Mata Peristiwa Merah Putih di Teling Manado
Peristiwa Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946 membikin gempar.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Kemudian serangan dari sekutu dan Belanda membuat Manado dan sekitarnya kembali diduduki oleh tentara Belanda.
Letnan Kolonel Charles Choesj Taulu, seorang pemimpin di kalangan militer bersama Sersan S.D. Wuisan menggerakkan pasukannya dan para pejuang rakyat untuk ikut mengambil alih markas pusat militer Belanda.
Rencana tersebut telah disusun sejak tanggal 7 Februari 1946. Mereka mendapatkan bantuan seorang politisi dari kalangan sipil, Bernard Wilhelm Lapian (BW Lapian).
Puncak penyerbuan terjadi pada tanggal 14 Februari. Namun sebelum penyerbuan terlaksana, para pimpinan pasukan tertangkap Belanda termasuk Charles C Taulu dan S.D. Wuisan.
Akibatnya pemberontakan ke tangsi militer Belanda dialihtugaskan kepada Mambi Runtukahu yang memimpin anggota KNIL dari orang Minahasa.
Bersama rakyat Manado mereka berhasil membebaskan Charlis Choesj Taulu, Wim Tamburian, serta beberapa pimpinan lainnya yang ditawan.
Puncak penyerbuan tersebut ditandai dengan perobekan bendera Belanda yang awalnya berwarna merah, putih, dan biru menjadi merah dan putih lalu dikibarkan diatas gedung markas Belanda.
Mereka juga berhasil menahan pimpinan pasukan Belanda di antaranya adalah pimpinan tangsi militer Letnan Verwaayen, pemimpin garnisun Manado Kapten Blom, Komandan KNIL Sulawesi Utara Letnan Kolonel de Vries dan seorang Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. Namun pengambilalihan kekuasaan Belanda tersebut hanya sementara. (Art)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Ini Lokasi Tepat Eks Tangsi Belanda di Teling, Saksi Sejarah Peristiwa Merah Putih Manado |
|
|---|
| Daftar Nama Pejuang yang Berperan dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado |
|
|---|
| Jejak Sejarah Perang Dunia II di Manado: Dari Markas Rahasia hingga Penemuan Huruf Kanji |
|
|---|
| Penulis Asal Sulawesi Utara Ini Yakin, Minahasa Keturunan Dinasti Han Tiongkok |
|
|---|
| Kisah Supriyadi, Menhan & Panglima Tentara RI Pertama yang Tak Pernah Muncul, Pejuang PETA di Blitar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Begini-Penuturan-Saksi-Mata-Peristiwa-Merah-Putih-di-Teling-Manadohfghgfh.jpg)