Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Begini Penuturan Saksi Mata Peristiwa Merah Putih di Teling Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946 membikin gempar. 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Chintya Rantung
ILUSTRASI - Bendera Merah Putih. Penuturan saksi mata peristiwa merah putih di Teling Manado. 

"Itu markas yang berada depan Zipur," katanya. 

Sebut dia, itu kompleks Kodam Merdeka yang lama. 

Kodam Merdeka yang baru berada sekira 1 kilometer dari lokasi tersebut. 

"Jadi bukan di Kodam yang baru," katanya. 

Raymond menduga masih ada bagian yang dirawat dari markas tersebut. 

Sementara sejarawan Ivan Kaunang menyebut lokasi eks tangsi Belanda tersebut kerap digunakan oleh militer. 

Informasi lainnya yang dihimpun Tribunmanado, alasan Belanda membangun tangsi militer di Teling adalah karena tempat itu berada di ketinggian dan strategis. 

Teling sendiri merupakan salah satu wilayah yang paling aman dari banjir di kota Manado

Dikutip dari berbagai sumber, Peristiwa Merah Putih tersebut merupakan bentuk perlawanan rakyat Sulawesi Utara untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Mereka menolak provokasi tentara Belanda yang menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hanya untuk Pulau Sumatera dan Jawa semata.

Berita prokamasi kemerdekaan Indonesia baru terdengar oleh rakyat di Sulawesi Utara pada 21 Agustus 1945.

Mereka dengan segera mengibarkan bendera merah putih di setiap area dan menduduki kantor-kantor yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Jepang serta melucuti semua senjatanya.

Namun kedatangan tentara sekutu bersama NICA pada awal Oktober 1945 di Sulawesi Utara membawa suasana rakyat kembali ricuh.

Belanda menginginkan kekuasaan sepenuhnya atas Sulawesi Utara terutama Manado.

Namun rakyat Manado menolak dan memilih untuk melawan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved