Sejarah
Begini Penuturan Saksi Mata Peristiwa Merah Putih di Teling Manado
Peristiwa Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946 membikin gempar.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
"Itu markas yang berada depan Zipur," katanya.
Sebut dia, itu kompleks Kodam Merdeka yang lama.
Kodam Merdeka yang baru berada sekira 1 kilometer dari lokasi tersebut.
"Jadi bukan di Kodam yang baru," katanya.
Raymond menduga masih ada bagian yang dirawat dari markas tersebut.
Sementara sejarawan Ivan Kaunang menyebut lokasi eks tangsi Belanda tersebut kerap digunakan oleh militer.
Informasi lainnya yang dihimpun Tribunmanado, alasan Belanda membangun tangsi militer di Teling adalah karena tempat itu berada di ketinggian dan strategis.
Teling sendiri merupakan salah satu wilayah yang paling aman dari banjir di kota Manado.
Dikutip dari berbagai sumber, Peristiwa Merah Putih tersebut merupakan bentuk perlawanan rakyat Sulawesi Utara untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Mereka menolak provokasi tentara Belanda yang menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hanya untuk Pulau Sumatera dan Jawa semata.
Berita prokamasi kemerdekaan Indonesia baru terdengar oleh rakyat di Sulawesi Utara pada 21 Agustus 1945.
Mereka dengan segera mengibarkan bendera merah putih di setiap area dan menduduki kantor-kantor yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Jepang serta melucuti semua senjatanya.
Namun kedatangan tentara sekutu bersama NICA pada awal Oktober 1945 di Sulawesi Utara membawa suasana rakyat kembali ricuh.
Belanda menginginkan kekuasaan sepenuhnya atas Sulawesi Utara terutama Manado.
Namun rakyat Manado menolak dan memilih untuk melawan.
| Ini Lokasi Tepat Eks Tangsi Belanda di Teling, Saksi Sejarah Peristiwa Merah Putih Manado |
|
|---|
| Daftar Nama Pejuang yang Berperan dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado |
|
|---|
| Jejak Sejarah Perang Dunia II di Manado: Dari Markas Rahasia hingga Penemuan Huruf Kanji |
|
|---|
| Penulis Asal Sulawesi Utara Ini Yakin, Minahasa Keturunan Dinasti Han Tiongkok |
|
|---|
| Kisah Supriyadi, Menhan & Panglima Tentara RI Pertama yang Tak Pernah Muncul, Pejuang PETA di Blitar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Begini-Penuturan-Saksi-Mata-Peristiwa-Merah-Putih-di-Teling-Manadohfghgfh.jpg)