Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Daftar Negara yang Masih Mengalami Krisis Kelaparan, Kongo Capai 23,4 Juta Jiwa

Padahal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah membentuk World Food Programme (WFP) pada 1963.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado
KRISIS KELAPARAN - Ilustrasi. Berikut daftar negara yang masih mengalami krisis kelaparan. 

Antara tahun 2021 dan 2022, jumlah warga Yaman yang menghadapi kelaparan parah meningkat lebih dari 1 juta jiwa – mencapai rekor tertinggi, yaitu 17 juta orang yang tidak tahu dari mana mereka akan mendapatkan makanan berikutnya.

Banyak keluarga bertahan hidup hanya dengan roti dan teh manis karena kenaikan harga membuat makanan bergizi semakin sulit dijangkau.

Tingkat malnutrisi perempuan dan anak-anak Yaman termasuk yang tertinggi di dunia.

Peta Negara Yaman
Peta Negara Yaman (aljazeera.com)

4. Suriah

Jumlah orang yang menghadapi kelaparan ekstrem: 12,9 juta

Pendorong utama kelaparan: Perang saudara

Konflik selama 12 tahun telah menyebabkan lebih dari 12,9 juta warga Suriah kelaparan dan memaksa hampir 13 juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Saat ini, pengungsi Suriah merupakan populasi pengungsi terbesar di dunia.

Kemerosotan ekonomi yang parah, penurunan nilai pound Suriah, dan dampak COVID-19 yang berkepanjangan memaksa keluarga-keluarga yang masih berada di dalam negeri untuk memilih antara membeli makanan, bahan bakar, atau obat-obatan.

5. Sahel

Jumlah orang yang menghadapi kelaparan parah: 13 juta (diproyeksikan)

Pendorong utama kelaparan: Konflik bersenjata dan iklim ekstrem

Wilayah Sahel terletak tepat di bawah Gurun Sahara dan telah menjadi salah satu darurat kelaparan terburuk di dunia.

Sekitar 13 juta orang diproyeksikan mengalami tingkat kelaparan yang kritis di lima negara Sahel: Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, dan Niger.

Kelaparan semakin memburuk dan semakin kompleks seiring meluasnya konflik, meningkatnya harga pangan dan tingkat kemiskinan, serta semakin seringnya dan ekstremnya guncangan iklim.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved