Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan di Mitra

Keluarga Ungkap Pelaku Noval dan Korban Zahra Lantong Baru Menikah secara Agama

Kakek korban yang bernama Hafid Dolo (54) menyebut cucunya (Zahra Lantong) baru menikah dengan pelaku (Noval) selama satu bulan.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Frandi Piring
Dok. Pribadi
PASUTRI - Noval (kiri) dan Zahra Lantong (kanan/foto semasa hidup almarhumah), pasutri di Mitra yang kini menjadi perhatian publik di Sulawesi Utara. Kakek korban yang bernama Hafid Dolo (54) menyebut cucunya (Zahra Lantong) baru menikah dengan pelaku (Noval) selama satu bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus suami bunuh istri di Minahasa Tenggara, Sulut pada 12 April 2026, menjadi perhatian publik.
  • Pelaku dalam kasus ini, yakni Noval. Sementara korban, Zahra Lantong.
  • Kakek korban yang bernama Hafid Dolo (54) menyebut cucunya (Zahra Lantong) baru menikah dengan pelaku (Noval) selama satu bulan.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BOLTIM - Suasana duka menyelimuti rumah Zahra Lantong (17) di Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Senin 13 April 2026. 

Zahra adalah korban pembunuhan oleh suaminya, yakni NM alias Noval.

Peristiwa terjadi di Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Minggu 12 April 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. 

Usai pemakaman dilakukan, kakek korban yang bernama Hafid Dolo (54) hanya terdiam didepan rumah anaknya.

Tatapannya kosong melihat halaman hingga foto sang cucu. 

Ketika ditemui TribunManado.co.id, suaranya nampak parau. Matanya bengkak dan merah. 

Hafid tak bisa banyak bergerak karena kondisi fisiknya menurun.

Menurutnya, korban dan pelaku memang baru menikah selama satu bulan. 

Ia sempat tak menyetujui pernikahan tersebut karena banyak warga menyebutkan pelaku ringan tangan.

"Banyak yang tak suka, karena mereka bilang pelaku ini suka pukul istrinya," ujarnya. 

Tetapi, ia kemudian yakin karena pelaku berjanji tak akan melakukan kekerasan kepada cucunya.

"Dia (pelaku) berjanji tak akan mabuk-mabukan lagi. Jadi saya percaya," ucapnya. 

Keyakinannya kian membesar ketika sang cucu (korban) mengatakan pelaku akan berubah. 

"Cucu saya ini yakin kalau korban sudah berubah, makanya kami yakin untuk menikahkan mereka berdua," tegasnya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved