Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan di Mitra

Keluarga Zahra Lantong Pertanyakan Perbedaan Hasil Visum RS Ratatotok dan yang Dirilis Polres Mitra

Kini pihak keluarga menilai ada kejanggalan karena jumlah luka yang disampaikan Polres Mitra berbeda.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Nielton Durado
KORBAN - Kolase foto Zahra Lantong (17) dan rumah duka. Keluarga Zahra Lantong mempertanyakan perbedaan hasil visum antara RS Ratatotok dan keterangan yang dirilis Polres Mitra, Sulawesi Utara (Sulut). 

Ringkasan Berita:
  • Kasus tewasnya Zahra Lantong menyisakan tanda tanya bagi keluarga.
  • Pasalnya terdapat perbedaan hasil pemeriksaan visum dengan yang disampaikan oleh Polres Mitra.
  • Keluarga menyebut kalau Zahra memiliki 10 luka bukan 5 seperti yang disampaikan Kapolres Mitra

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga Zahra Lantong mempertanyakan perbedaan hasil visum antara RS Ratatotok dan keterangan yang dirilis Polres Mitra, Sulawesi Utara (Sulut).

Zahra Lantong adalah wanita 17 tahun asal Desa Buyat, Kotabunan, Bolaangmongondow Timur (Boltim), Sulut yang tewas dianiaya dengan senjata tajam oleh suaminya.

Suaminya adalah NM (28) alias Noval warga Desa Ratatotok, Mitra.

Saat kejadian perkara, Senin 13 April 2026 dini hari, Noval dan Zahra berada di Ratatotok, wilayah yang berbatasan langsung dengan Desa Buyat sebagai penghubung dua kabupaten, yakni Boltim dan Mitra.

Kini pihak keluarga menilai ada kejanggalan karena jumlah luka yang disampaikan Polres Mitra berbeda.

“Bagaimana bisa hasil visum berbeda? Dari RS Ratatotok jelas ada 10 luka tusukan, bukan hanya 3 atau 5 seperti yang disampaikan,” ujar tante Zahra Lantong, Fhea Hafid Lantong saat dihubungi wartawan Tribunmanado.co.id Indri Panigoro, Rabu 15 April 2026 siang via Facebook.

Kata Dhea, pihak keluarga telah memeriksa langsung kondisi jenazah korban.

Dari hasil tersebut, ditemukan total 10 luka, di mana sembilan luka dijahit dan satu luka tidak dijahit, yang diduga merupakan luka sayatan.

Selain itu, keluarga juga menemukan adanya lebam di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk di kaki dan bagian belakang tubuh.

“Kami lihat sendiri, korban mengalami banyak luka dan lebam. Kondisinya sangat memprihatinkan, seperti mengalami penyiksaan berat,” ungkap Fhea.

Fhea pun menolak pernyataan dari Polres Mitra.

"Kami membantah keras. Bukti yang kami miliki menunjukkan ada 10 tusukan bukan 3 atau 5," tulisnya.

Fhea merinci luka tersebut.

Luka tusukan:

3 di perut .

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved