Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Kacab Bank

Akhirnya Terungkap Penyebab Pakar Psikolog Forensik Sebut Kematian Kacab Bank Bukan Kriminal Biasa

Reza menjelaskan, umumnya setiap pelaku kejahatan mengincar misi kedua setelah melakukan aksinya, yakni melarikan diri.

Editor: Indry Panigoro
Kolase Tribun Manado/Kolase TribunJakarta/Istimewa
KACAB BANK DICULIK: Foto sebelah kiri dan tengah memperlihatkan potret dan detik-detik Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohammad Ilham Pradita diculik. dan foto kanan, diduga kuat diculik ketika berada di area parkir Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025). Keesokan harinya, Kamis (21/8/2025), Ilham ditemukan tewas dalam kondisi jasad terikat di bagian kaki dan tangan, serta mata dilakban. Jasad Ilham ditemukan di semak-semak area persawahan di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Fakta baru tersebut dibocorkan oleh pengacara dari salah satu pelaku penculikan Ilham Pradipta yakni Eras.

Seperti diketahui, Eras resmi ditangkap pihak kepolisian lantaran menculik Ilham Pradipta pada Rabu (20/8/2025) lalu.

Selain Eras, polisi juga menangkap tiga pelaku penculikan lainnya yakni AT, RAH, dan RW.

Tak cuma penculik, polisi juga berhasil mengamankan empat orang diduga otak pembunuhan Ilham Pradipta.

Belakangan polisi mengungkap bahwa ada 15 orang yang sudah ditangkap terkait kasus kematian sang Kacab Bank BUMN.

Usut punya usut, ada satu orang lagi yang sosoknya jadi sorotan karena belum ditangkap kepolisian.

Sosok tersebut adalah bos besar alias dalang utama di balik terbunuhnya Ilham Pradipta.

Sosok asli bos besar pun diungkap pengacara salah satu penculik Eras, yakni Adrianus Agau.

Dalam tayangan wawancara Kompas.com, Adrianus Agau mengurai pengakuan dari Eras soal sosok bos besar.

Bos alias dalang utama penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta itu berinisial F.

Kata Eras, selama ini ia dan penculik lainnya diperintahkan oleh F untuk menjemput paksa Ilham lewat sambungan telepon saja.

Saat memberikan perintah, F konon menjanjikan bayaran Rp60 juta untuk Eras dan empat orang lainnya.

"Faktanya memang bukan mereka (penculik) yang melakukan pembunuhan. Mereka adalah yang melakukan penjemputan paksa dari Jakarta Timur, setelah mereka melakukan penjemputan paksa baru mereka menyerahkan (korban) di Cawang atas arahan melalui telepon dari oknum berinisial F," ungkap Adrianus Agau dikutip TribunnewsBogor.com pada Rabu (27/8/2025).

Awalnya kata Adrianus, Eras hanya diperintahkan untuk menculik Ilham saja.

Eras dan kawan-kawan pun diminta menyerahkan Ilham dalam kondisi hidup ke gerombolan eksekutor di kawasan Cawang.

Halaman
1234
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved