Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Kacab Bank

Sosok C Alias Ken, Otak Penculikan dan Pembunuhan Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN, Pelaku Pakai Wig

Sosok C alias Ken yang diduga otak intelektual penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.

TribunJakarta.com/Instagram @jacklyn_choppers
PEMBUNUHAN KACAB - Polisi menangkap tersangka C alias Ken, aktor intelektual pelaku pembunuhan dan penculikan Kacab Bank BUMN di Cempaka Putih, Ilham Pradipta. Detik-detik penangkapan pelaku C alias Ken yang diduga menjadi otak intelektual penculikan MIP. Ada temuan mengejutkan di rumah pelaku. 

15 Pelaku Diperiksa

Polisi masih terus menelusuri jejak kematian Kacab Bank BUMN, Mohammad Ilham Pradipta (37).

Berdasar update terbaru, sebanyak 15 orang sudah diamankan.

Sembilan pelaku di antaranya ditangkap oleh Subdit Jatanras, sedangkan enam lainnya diringkus Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dari 15 orang yang diamankan, masing-masing diduga memiliki peran yang berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut, 15 orang yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan.

Nantinya, peran masing-masing pelaku bakal diungkap polisi. Keterangan para pelakiu bakal dicocokkan dengan barang bukti yang diamankan.

"Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan si A misalkan dicocokkan dengan keterangannya B, dicocokkan dengan keterangan C, dan lain sebagainya," kata Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/8/2025).

Sementara itu, polisi juga tengah mendalami motif para pelaku menghabisi nyawa korban.

"Ya, nanti kami update lebih lanjut. Sedang didalami. Mohon bersabar, tim penyidik masih bekerja," ucap Ade Ary.

Sosok Dwi Hartono

Dwi Hartono salah satu tersangka eksekutor dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), diduga bukan orang sembarangan.

Ia ternyata dikenal cukup populer di daerah asalnya sebagai pengusaha asal Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Berdasarkan informasi yang beredar, DH dikabarkan tinggal di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Adapun kediaman pribadi DH disebut berada di kawasan Kompleks Perumahan Kota Wisata tepatnya di Jalan San Fransisco, Blok Q1 No. 8 dan.

Tribun Jambi pernah mewawancarainya pada 2021.

Dalam kesempatan itu, ia bercerita tentang kebangkrutan yang dialaminya pada 2012 hingga menanggung utang sebesar miliaran rupiah.

"Sembilan tahun yang lalu saya tak punya apa-apa.

Tidak punya rumah, mobil bahkan usaha," katanya, waktu itu.

Ia mengaku harus berusaha keras untuk bangkit dan membayar utang-piutangnya.

Meski pernah mendapat modal dari orang tua, hal itu justru membuatnya terlena.

Ia sempat membuka berbagai usaha kecil seperti warteg, penyetan, hingga rental PlayStation 2, namun semuanya gagal.

Menurutnya, semangat dan niat lebih penting daripada modal.

Ia bahkan sempat menggarap proyek reklamasi dengan keuntungan kecil namun berlipat saat dihitung dalam jumlah besar.

 "1 juta kubik kali 2, dua miliar," ujarnya.

Sebelumnya, Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha muda yang cukup berhasil mengembangkan bisnisnya di Pulau Jawa.

Ia bahkan kerap menghadirkan artis papan atas dalam berbagai acara besar di Rimbo Bujang.

Pada satu kesempatan, ia pernah mengundang artis untuk memeriahkan acara khitanan anaknya, serta pesohor dalam reuni SMP 13 Rimbo Bujang.

Selain dikenal sebagai pribadi flamboyan dengan gaya hidup mewah—mulai dari mobil mewah, pakaian branded, hingga disebut pernah menggunakan helikopter untuk bepergian—Dwi Hartono juga memiliki citra dermawan.

Ia sering mengadakan program pembagian bingkisan untuk warga sekitar.

Tak hanya itu, ia juga aktif sebagai motivator bisnis melalui kanal YouTube Klan Hartono yang telah mengumpulkan lebih dari 169 ribu pengikut.

Pria ini juga sering berbagi motivasi soal pentingnya belajar dan memilih lingkungan pergaulan. 

Baginya, keberhasilan seseorang sangat dipengaruhi komunitas tempat ia berada. 

Pada 2021, Dwi menyebut sedang menunggu pembangunan helipad di depan rumah orang tuanya di Rimbo Bujang, yang rencananya akan digunakan untuk berbagi pengalaman terbang bersama warga sekitar.

(TribunJakarta)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Tayang di TribunJakarta.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved