Breaking News
Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Prada Lucky

Prada Lucky Sempat Curhat dan Sebut Nama Pelaku ke Ibunda: Mama, Saya Dicambuk

Akun pribadi milik Lucky di TikTok dipenuhi komentar netizen terkait doa dan tuntutan agar kasus ini diusut tuntas.

Editor: Rizali Posumah
Kolase Kompas.com: Sigiranus Marutho Bere dan HO: Sosmed Prada Lucky.
PRADA LUCKY - Kedua orang tua Almarhum Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) yang meninggal usai diduga dianiaya para seniornya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Media sosial kini dipenuhi simpati dan kemarahan publik atas nasib tragis Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI yang tewas usai diduga dianiaya oleh seniornya.

Akun pribadi milik Lucky di TikTok dipenuhi komentar netizen terkait doa dan tuntutan agar kasus ini diusut tuntas.

Prada Lucky adalah anggota Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Prada adalah singkatan dari Prajurit Dua, yaitu pangkat untuk tamtama TNI (baik TNI AD, AL, maupun AU).

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Rabu (6/8/2025) di RSUD Aeramo, setelah dirawat intensif sejak 2 Agustus.

Penyebabnya diduga akibat penganiayaan brutal yang dilakukan sekitar 20 prajurit TNI sejak 28 Juli, menggunakan tangan kosong hingga selang karet.

Kepergian Lucky membuat publik teringat perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.

Pemuda asal Kupang ini pernah tujuh kali gagal masuk TNI.

Baru pada percobaan kedelapan ia berhasil lolos, mengikuti jejak sang ayah, Sersan Mayor Christian Namo.

Momen kelulusannya diabadikan di TikTok: Lucky menangis haru di pelukan ibunya, Sepriana Paulina Mirpey.

Sayang, kebahagiaan itu hanya bertahan dua bulan sebelum maut menjemput.

Ibunda Lucky mengaku mendapat firasat buruk sebelum kejadian. Biasanya sang anak rutin melakukan panggilan video setiap pagi.

Namun, kali ini ada yang berbeda.

"Setahu saya dia waktu minta tolong ke mama angkatnya waktu dia kena pukul pertama itu (bilang) 'mama saya dicambuk', dia lari ke bawah, badannya hancur semua itu tangan dua-dua, kaki, belakang, mama angkatnya kompres kasih minyak," tutur Sepriana.

Ia juga menyebut Lucky sempat menyebut nama-nama senior yang menyiksanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved