Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Prada Lucky

Cerita Kakak Prada Lucky: Ada Foto Wajah Penuh Luka, Perut Ada Bekas Sepatu

Lusi Namo, kakak almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, membeberkan sejumlah temuan. Yang memperkuat dugaan adanya kekerasan.

Editor: Rizali Posumah
POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL
TEMUAN DUGAAN KEKERASAN - Lusi Namo, kakak dari almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, mengungkapkan sejumlah informasi terkait dugaan kekerasan yang dialami adiknya sebelum meninggal dunia pada 6 Agustus 2025. Kesaksian itu ia peroleh dari seseorang yang mengaku sebagai pacar salah satu prajurit yang mengirim pesan melalui DM Instagram.  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lusi Namo, kakak almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, membeberkan sejumlah temuan yang memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum sang adik meninggal dunia pada 6 Agustus 2025.

Menurut Lusi, informasi itu ia dapat dari seseorang yang mengaku sebagai pacar seorang prajurit.

Orang tersebut mengirim pesan melalui DM Instagram dan menyampaikan bahwa pacarnya pernah mengirimkan foto yang hanya bisa dilihat sekali.

“Pacar prajurit itu bilang bahwa pacarnya pernah mengirim foto yang hanya bisa dilihat sekali.

Ia melihat wajah Lucky dan kawannya waktu itu dipukul dan sudah berdarah. 

PRADA LUCKY - Kedua orang tua Almarhum Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) yang meninggal usai diduga dianiaya para seniornya.
PRADA LUCKY - Kedua orang tua Almarhum Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) yang meninggal usai diduga dianiaya para seniornya. (Kolase Kompas.com: Sigiranus Marutho Bere dan HO: Sosmed Prada Lucky.)

Namun, saat daftar nama pacarnya tidak ada dalam beberapa catatan 20 pelaku tersebut,” ujarnya, Sabtu (8/8).

Lusi juga mengungkapkan keterangan dokter yang merawat Lucky.

Menurutnya, ginjal dan paru-paru sang adik sudah hancur sehingga membutuhkan tiga kantong darah untuk penanganan medis.

Ia menduga kekerasan terjadi saat pergantian piket dari Senin hingga Jumat.

Di dalam sel, kata Lusi, korban dan rekan-rekannya tidur di lantai tanpa tempat tidur.

“Richard juga kena, tapi yang saya tahu lebih parah Lucky.

Saya lihat perutnya ada bekas sepatu dan dugaan saya itu diinjak,” ungkapnya.

Lusi mengaku, beberapa hari sebelum koma, Lucky masih sempat berkomunikasi lewat panggilan video dan terlihat sehat.

Saat itu, Lucky bercerita pernah dipukul senior meski sedang sakit.

“Senior pikir dia pura-pura tidak mau kerja di dapur,” kata Lusi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved