Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pendapat

Aktivis di Kota Bitung Rocky Oroh: Bendera One Piece Bentuk Perhatian Rakyat untuk Bangsa

"Rakyat dijadikan musuh oleh pemerintah sendiri (rezim) dan ini sangat memalukan," tambah pria yang sempat bekerja sebagai jurnalis ini.

Dok. Pribadi
AKTIVIS - Aktivis Pembela Pancasila Suara Mantan Panglima Minahasa Merdeka dari Kota Bitung Rocky Oroh. Ia mengkritik pemerintah yang tidak suka dengan pengibaran bendera Jolly Roger One Piece. 

Bendera Jolly Roger yang akhir-akhir ini dikibarkan adalah bendera bajak laut dari anime dan manga One Piece tersebut.

Tengkorak berwarna putih dengan ekspresi tersenyum itu berhias topi jerami kuning khas tokoh utama One Piece, Monkey D. Luffy.

Meski sederhana, maknanya sangat dalam dan merefleksikan filosofi hidup sang kapten, Monkey D. Luffy, serta semangat seluruh krunya.

Bagi Luffy dan kru, menjadi bajak laut bukan berarti menjarah atau menebar teror.

Mereka menjadi bajak laut karena ingin hidup bebas mengejar impian masing-masing tanpa dibatasi aturan dunia.

Baca juga: Kasus Jefry Korengkeng dalam Dugaan Korupsi Dana Hibah GMIM Disebut Mirip Tom Lembong

Baca juga: Cerita Obi, Penjual Bendera Merah Putih di Minahasa: Sepi Pembeli, Ditanya Bendera One Piece

Bendera mereka adalah deklarasi kebebasan.

Ia berkibar untuk menyatakan bahwa mereka tidak tunduk pada siapapun termasuk pemerintah dunia.

Sepanjang petualangan sebagai bajak laut, sang kapten Luffy dan krunya selalu berdiri melawan tirani, mulai dari penguasa daerah yang zalim, bajak laut kejam, atau kekuasaan global yang korup.

Bendera ini adalah simbol perlawanan, bahwa keberanian dan persahabatan bisa melawan ketidakadilan, bahkan tanpa kekuatan politik atau gelar bangsawan.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved