Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perkembangan AI

3 Pekerjaan yang Tak Tersingkirkan AI, Ini Prediksi Bill Gates

Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat manusia harus lebih inovatif.

Editor: Glendi Manengal
Meta AI
PEKERJAAN: Foto ilustrasi buatan Meta Ai, pekerjaan yang tak akan terganti di tengah perkembangan AI. Bill Gates berikan kemungkinan pekerjaan yang tetap bertahan. 

Pengelolaan energi menjadi suatu hal yang krusial karena perlu dipertimbangkan secara matang dalam praktik kerjanya. Minyak, nuklir, maupun berbagai bentuk energi terbarukan dan tidak terbarukan lainnya, akan terus digunakan dan dibutuhkan oleh manusia.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah taktik yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan energi yang diperlukan di masa mendatang. AI diyakini dapat membantu manusia untuk melakukan analisis, tapi pemikiran manusia tetap diperlukan untuk manajemen krisis.

3. Ahli Biologi

Tidak menutup kemungkinan AI bisa membantu untuk diagnosis penyakit berdasarkan analisis terhadap kumpulan data uang ada. Namun, untuk menciptakan sebuah hipotesis atau penemuan baru yang inovatif, masih memerlukan penelitian medis oleh manusia.

Menurut Bill Gates, ahli biologi masih diperlukan untuk bidang kedokteran dengan mengandalkan pemikiran kritis, intuisi, dan kreativitas para pekerja.

Posisi perkembangan pekerjaan di Indonesia

Sejalan dengan itu, sejumlah pekerjaan yang relevan dengan prediksi Bill Gates juga tercantum dalam Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum.

Profesi seperti Big Data Specialists, AI and Machine Learning, Software and Application Developers, hingga Environmental Engineers dan Renewable Energy Engineers termasuk dalam daftar pekerjaan dengan pertumbuhan bersih tercepat secara global setidaknya dalam periode 2025–2030.

Sementara di Indonesia, ada beberapa pekerjaan yang dianggap paling penting oleh perusahaan untuk membantu proses transformasi bisnis dan masa depan industri.

Tiga diantaranya ada AI and Machine Learning, Big Data Specialists, dan Business Development Professionals.

Melihat tren ini, tidak ada salahnya mulai mempertimbangkan jurusan atau bidang yang kamu rencanakan dan tekuni memiliki relevansi dengan kebutuhan masa depan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang dinamis. 

Sosok Bill Gates

Seorang pria berkacamata asal Seattle, Amerika Serikat pada tahun 1975, memutuskan untuk keluar dari bangku kuliah karena ingin mengejar mimpinya mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.

Tak sia-sia, karena keputusan beraninya itu, ia berhasil mendirikan salah satu perusahaan teknologi paling beken di dunia, Microsoft.

Pria tersebut tak lain adalah Bill Gates.

Kesuksesan Microsoft membuat nama Bill Gates kian melambung.

Pemilik nama lengkap William Henry Gates III ini bahkan dinobatkan sebagai miliarder termuda pada usia 31 tahun di masanya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved