Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lipsus Pengadaan Chromebook

SD Negeri 67 Manado Terima Bantuan Laptop Chromebook 18 Unit, Kepsek: Sangat Membantu

SD Negeri 67 Manado mendapat chromebook sebanyak 18 unit. Namun saat ada sekitar 4 unit yang telah rusak dan sedang diperbaiki.

|
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
LAPTOP - Kepsek SD Negeri 67 Manado Merry Sonya Marvin Soleran,SPd, Rabu (16/7/2025). SD Negeri 67 Manado mendapat chromebook sebanyak 18 unit. Namun saat ada sekitar 4 unit yang telah rusak dan sedang diperbaiki. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - SD Negeri 67 Manado, Sulawesi Utara, merasa terbantu dengan bantuan laptop chromebook yang diberikan oleh Kemendikbudristek.

SD Negeri 67 Manado mendapat chromebook sebanyak 18 unit.

Namun saat ada sekitar 4 unit yang telah rusak dan sedang diperbaiki.

"Selain itu semua jadi dan sementara digunakan," ujar Kepsek SD Negeri 67 Manado Merry Sonya Marvin Soleran,SPd, Rabu (16/7/2025).

Kata Merry, chromebook sangat membantu proses belajar-mengajar di sekolah.

"Guru-guru sangat terbantu sekali dengan chromebook karena menunjang mereka dalam memberikan pelajaran.

Selain itu, chromebook dipakai belajar guru-guru yang ini melatih skill mereka untuk mengetik dan lain-lain," jelasnya.

Ia menjelaskan, terlepas dari adanya diduga kasus korupsi chromebook ini sangat bermanfaat bagi mereka.

"Chromebook sangat membantu meksipun ada dugaan kasus korupsi, tapi kami sangat terbantu sekali dengan bantuan ini," pungkasnya.

Chromebook adalah laptop yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google, dan dirancang untuk penggunaan yang berpusat pada internet dan aplikasi berbasis web.

Dugaan Korupsi

Kejaksaan Agung RI menduga adanya praktik korupsi dalam program penyaluran 1,2 juta unit Laptop Chromebook dari Kemendikbud ke sekolah-sekolah di berbagai daerah di Indonesia pada 2019-2022. Termasuk di Sulawesi  Utara.

Kejagung telah menetapkan tersangka dan menahan mantan Konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arif.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024, Nadiem Makarim pun sudah dua kali diperiksa.  

Kejagung juga disebut segera memasukkan mantan Staf Khusus Nadiem Makarim, Juris Tan, me daftar pencarian orang (DPO) alias buronan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved