Tribun Manado Podcast
YPMAK Dorong Pendidikan Berkualitas Demi Masa Depan Cerah Anak Papua, Beri Bantuan Studi
Topik pembahasan di Tribun Podcast yaitu YPMAK Dorong Pendidikan Berkualitas Demi Masa Depan Cerah Anak Papua.
Penulis: Ventrico Nonutu | Editor: Ventrico Nonutu
Kemudian ada juga penerima bantuan yang sebenarnya tidak menerima beasiswa, tapi mereka menerima bantuan sekali. Jadi bantuan sekali itu kalau mereka membutuhkan dana untuk menyelesaikan tesis, mereka kemudian punya bantuan, mereka datang, mereka minta, kita bantu.
Selama ini kita selalu bantu kalau mereka datang. Untuk yang di Sulawesi Utara itu sudah dibantu. Jadi setiap mahasiswa itu biaya hidupnya ditanggung semuanya, biaya kuliahnya ditanggung. Jadi ada uang saku yang mereka dapat disana.
Host: Pak Ketua, jadi tantangan apa Apa sebenarnya yang dihadapi YPMHK ini sendiri terhadap bantuan pendidikan ini untuk mahasiswa-mahasiswa yang masuk dalam program ini, selama ini yang dihadapi?
Kalau tantangan variasi ya, kita kalau bicara tentang pendidikan ini sebetulnya dia berjenjang. Perlu lihat dari pendidikan dasarnya, kemudian menengahnya, lalu kondisi keluarganya.
Memang kita tidak bisa membandingkan situasi yang ada di Papua dalam hal mendidik dan membesarkan anak dengan di wilayah-wilayah yang lain.
Tentu beberapa waktu belakangan ini kita sudah mengupayakan untuk mengatasi itu. Terutama kendala karakter, lalu kemudian kebiasaan-kebiasaan yang terbawah semasa kecil karena belum ada dukungan maksimal dari keluarga di rumah, juga lingkungan.
Dengan program biasiswa kita harus merangkul untuk menyekolahkan menguasai kesempatan untuk belajar.
Ketika masa di bawah keluarga belum memperkuat dan kita kirim kadang ada syok budaya. Jadi situasi budaya di Papua dengan situasi wilayah di kota studi, bukan hanya di Manado tapi di wilayah-wilayah yang lain Itu kadang-kadang agak sulit untuk bisa menyesuaikan. Itu tantangan yang pertama.
Yang kedua tentu karena kebiasaan di beberapa wilayah itu senang berada dengan orang tua. Jadi ketika lepas jauh dari orang tua biasanya keinginan untuk pulang juga cukup besar. Untuk itulah memang beberapa kesempatan yang sudah kita lakukan itu adalah bagaimana membuat ikatan emosional mereka dengan pembina dan lain sebagainya.
Beberapa tantangan di sisi lain memang bukan perbandingan kualitas pendidikan, tapi ada situasi kondsi alam dan situasi pendidikan yang memang perlu mendapatkan perhatian.
Kadang-kadang menjadi kendala lain, sehingga ada penyesuaian adik-adik kita dari tempat dari Papua, di Timika terutama ke tempat yang lain agak sulit untuk menyesuaikan. Sehingga kita buatlah model kerjasama dengan universitas atau yayasan yang bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri dengan peningkatan pendidikan. Misalnya matrikulasi dan lain sebagainya. Itu upaya-upaya yang kita lakukan meningkatkan kualitas untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pendidikan di wilayah tertentu
Host: YPMAK juga bekerjasama dengan pemerintah daerah atau lembaga adat dan lain-lain untuk memastikan program ini berjalan itu seperti apa?
YPMAK ini kan sebetulnya didirikan oleh beberapa stakeholder, pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia. Disitu juga ada lembaga adat Suku Kamoro, Lembaga adat Suku Amume, sebagai perwakilan dari masyarakat dan gereja. Itu turut andil dalam proses pendiriannya
Jadi dalam aktifitas kerjanya itu YPMAK di dalam boor badan pembina itu kan ada unsur-unsur itu. Ada unsur kelembagaan adat, ada unsur pemerintah daerah, ada unsur perusahaan. Sehingga ketika lakukan proses pekerjaan dan pengambilan keputusan selalu ada ada perwakilan masyarakat ikut bicara disitu, ada representasi dari lembaga adat, tetapi juga pemerintah juga ada disana.
Sebetulnya kerjasama kita dengan pemerintah daerah bukan baru ya, sudah lama berjalan. Ganti kepemimpinan juga tetap jalan. Saat ini kita sedang mendorong untuk adanya MoU baru dengan pemerintah daerah di Kabupaten Mimika. Kita juga berharap dengan langkah-langkah ketika beawsiswa kita juga bisa membangun komunikasi dengan pemerintah daerah di Manado. Supaya bisa lebih mendukung proses pendidikan
Hal yang sama juga kita lakukan dengan Provinsi Papua Barat. Kami sudah melakukan kesepakatan kerjasama dengan pemerintah daerah Provinsi Papua Barat untuk mendukung, kerjasamakan diantara pendidikan, kesehatan ekonomi, kolaborasi.
Untuk Papua Tengah setelah Papua di Kabupaten Mimika selesai kita akan bergeser di Provinsi dan beberapa wilayah setempat, supaya kita bisa saling berkolaborasi mengatasi kesenjangan-kesenjangan dan hal-hal lain yang bisa kita selesaikan
Host: Kalau untuk Provinsi, di mana tempat masih ditujuh? juga ada Kolaborasi atau mungkin kerjasama Atau pertemuan seperti di Sulawesi Utara Mungkin dengan Kota Tomohon atau Kota Manado atau Provinsi Sulawesi Utara Itu juga ada?
Selama ini dengan universitas dengan mitra Jadi selama ini. Saya pikir yang sudah kita lakukan di Papua bagus untuk kita coba buka lagi komunikasi lebih luas. Kita jadikan tanggung jawab bersama pendidikan ini untuk bisa mendukung pengembangan SDM di wilayah Papua Tengah terutama di Kabupaten Mimika.
Host: Pak Wakil Ketua untuk syarat-syarat menjadi penerima bantuan pendidikan ini mungkin bagi masyarakat atau anak-anak yang ada di Papua, ada syaratnya atau seperti apa?
Untuk syarat sementara ini syarat penerima beasiswa itu pertama adalah untuk dua suku. Dua suku yang mendiami daerah produksi dari PT Freeport Indonesia. Yaitu suku Amome dan suku Kamoro.
Host: Itu pasti dibiayai?
Iya pasti. Tapi ada syaratnya. Tetapi untuk dua suku ini berkesempatan untuk mendapatkan Beasiswa itu.
Hanya saat ini kami sudah mencapai, tadi sudah disampaikan pak ketua bahwa ada 4.103 di seluruh Indonesia. Dan itu kuota itu sudah melampaui batas. Kami di YPMAK itu bukan hanya di pendidikan. Jadi ada tiga Program yang harus dilakukan yaitu pendidikan, Kesehatan dan ekonomi. Sehingga untuk masuk beasiswa untuk pendidikan masyarakat atau anak-anak Papua khususnya yang di Amome dan Kamoro Itu ada beberapa hal yang mereka harus bisa mencapai itu.
Pertama untuk cara mendapatkan beasiswa bisa mereka secara pribadi atau melalui tes yang dilakukan oleh pihak mitra yang kami sudah kerjasama. Yang tidak sempat berkesempatan itu biasanya nanti karena kuota kita terbatas. Kita tidak bisa menjangkau semua yang datang untuk mendapatkan beasiswa itu. Memang kalau kita di wilayah Mimika saat ini memang rata-rata itu semua masyarakat datang untuk minta beasiswa Di YPMAK.
Sementara pemerintah ada juga, Dan kita sementara menjalin Kerjasama Dengan pemerintah untuk bisa Memfasilitasi sehingga anak-anak kami Yang tidak sempat mendapatkan Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari YPMK Itu bisa diambil alih oleh pemerintah Untuk memberikan beasiswa yang sama juga.
Jadi untuk semua Suku, untuk Amome dan Kamoro itu berkesempatan dan mempunyai peluang besar untuk mendapatkan beasiswa itu
Host: Kalau untuk yang sudah Menerimanya, seperti yang Di bidangnya Pak Wakil Ketua Evaluasi ini, ada evaluasi Misalkan terhadap penerimanya Untuk memastikan mereka Kuliah dengan betul atau seperti apa?
Kita punya standar sekarang Jadi untuk penerima beasiswa tidak hanya kita memberikan dana kemudian dilepas begitu. Tapi ada proses pengawasan yang dilakukan salah satunya adalah sekarang kita lakukan ini, proses monitoring.
Ada hal-hal yang Memberikan sebagai syarat di situ Bahwa anak-anak ini harus mempunyai IPK yang baik, kalau itu mahasiswa. Harus mempunyai IPK yang bagus, Jadi IPK adalah standar 2,75.
Kalau anak-anak itu Kemudian dalam evaluasi kita dia dalam semester Kemudian ada beberapa hal yang mempengaruhi sehingga dia tidak bisa berkuliah dengan baik Dan IPK-nya itu dibawah dari 2,75, Itu akan menjadi bahan evaluasi Apakah anak itu akan Terus mendapatkan bantuan beasiswa, ataukah beasiswa di-stopkan di situ, tetapi anak itu bisa tetap jalan dengan dengan disupport oleh keluarganya.
Kita ada batas juga Itu harus 8 semester kalau dia kuliah 8 semester. Untuk yang ambil ekonomi yang ambil fakultas sosial yang lain Itu batasannya adalah 8 semester atau 4 tahun, tapi ada toleransi. Toleransinya adalah sampai dengan 10 semester atau 5 tahun.
Memang ada jurusan-jurusan yang membutuhkan waktu kuliahnya semesternya agak panjang, seperti kedokteran, seperti perawat.
Karena ada setelah mereka itu ada profesi yang harus mereka ambil, dan itu ada pertimbangan-pertimbangan khusus.
Jadi memang untuk penerima beasiswa Itu ada kriteriannya dan kemudian ada waktunya yang ditentukan. Dan itu wajib dilakukan, dituruti atau diikuti oleh setiap Beasiswa penerima beasiswa itu.
Host: Pak Ketua mungkin mau menambahkan beasiswa itu sendiri Jenis-jenisnya hanya berapa ini Untuk penerimanya ini sendiri ada untuk yang berprestasi Mungkin atau untuk bantuan yang Warga kurang mampu?
Beasiswa ini sejak awal pertama motivasi Kita beasiswa. Karena memang tidak begitu banyak yang mau sekolah di jaman pertama. Sehingga Kita harus ajak di kampung-kampung, ayo sekolah, nanti kami biayai pendidikannya.
Tapi dengan adanya kemajuan komunikasi terus secara intensif masif kita lakukan, termasuk kampanye pendidikan. Ini jumlah peminat sekolah itu justru semakin lama semakin meningkat. Sementara alokasi anggaran kita Itu tidak hanya untuk pendidikan. Kita juga punya kesehatan, kita juga punya ekonomi.
Jadi tidak full, seperti tadi jumlah kita ini sudah menyentuh angka 4.000 lebih. Tidak mungkin kita menambahkan, aarena alokasi anggaran kita Khusus untuk pendidikan. Itu hampir 60 persen alokasi anggaran kita seluruh Indonesia
Dan ini sebetulnya kita tidak hanya fokus di pendidikan saja sehingga kita mulai menata kembali. Kita diberikan batas, tidak boleh lagi menambah kecuali mengganti yang tamat oleh pembina.
Saat ini memang karena kita mempelajari prosesnya dari awal sampai dengan saat ini tuntutan zaman Itu kan semakin tinggi dan kita tidak mungkin lari dengan kecepatan yang sama.
Kita harus berubah atau kita dilindas, kira-kira begitu.
Sekarang kita mulai memunculkan Program Biasiswa Prestasi Amume Kamoro. Ini memang saat ini kita fokus di beasiswa Amume Kamoro di Kabupaten Mimika. Tapi kemudian tahun depan itu sudah mulai buka untuk 5 kerabatnya lagi. Amume Kamoro plus 5, ditambah Papua yang lain dan non-Papua yang lahir besar di Timika.
Jadi tahun depan itu akan dibuka kembali. Kenapa kita masuk langsung dengan Amume Kamoro di awal? Karena memang kalau kita lihat Kabupaten Mimika memang kepemilikan aslinya itu 2 suku ini, Amume Kamoro dan kekerabatannya itu memang ada. Dan kami pikir ini memang perlu untuk kasih sedikit prioritas kepada kedua suku ini supaya meningkatkan SDM, nanti kemudian kita evaluasi.
Program beasiswa prestasi ini memang kita masih fokus dulu di yang masuk di Perguruan Tinggi Negeri. Jadi kalau sekarang kita memang ada kerjasama juga dengan Universitas Negeri. Tapi karena kerjasama kita Lalu calon mahasiswa ini masuk, bukan mereka tes sendiri Lalu lolos. Nah ini kita Program ini tetap jalan, Tapi kita mulai buat lagi sebuah upaya di mana adik-adik kita yang peserta calon peserta beasiswa ini mereka tes sendiri, lolos sendiri, dan kita kasih benefit lebih baik dari yang umum.
Nah ini upaya kita supaya kita mulai mendapatkan kualitas, bukan kuantitas saja. Bagi saya lebih baik satu orang dengan kemampuannya besar bisa merubah kondisi sosial kita berdampak berefek lebih besar. Daripada ribuan orang kita sekolahkan tapi tidak punya efek sama sekali untuk ikut membantu mengatasi persoalan.
Itu saya pikir yang kita pahami saat ini, ditambah memang sebelumnya kita fokus di beasiswa prestasi tapi sekarang kita sudah mulai masuk ke beasiswa umum ini.
Peserta beasiswa yang saat ini yang sekarang lagi studi, Ini kita sudah mulai menyasar IPK nya yang masih di bawah-bawah. Kami dalam kunjungan ini sudah informasikan bahwa siapapun yang masih mau bertahan, di bawah IPK 2.75 siap-siap tereliminasi. Nah ini memang pengurus kami sudah mulai fokus kesana.
Jadi artinya kesempatan dan peluang ini datang dimanfaatkan dengan baik. Karena adik-adiknya banyak juga yang ngantri di Timika dan di Papua. Bahkan di wilayah-wilayah yang lain juga lagi menunggu kesempatan ini sementara lagi terbatas peluang ini. Jadi kalau kakak-kakak, abang-abangnya, saudari perempuan, kakak-kakak perempuannya masih lama-lama, ya siap-siap saja tereliminasi.
Karena kita mau mereka-mereka yang benar-benar mau studi, benar-benar mau berhasil, itu yang memanfaatkan kesempatan ini. Karena yang namanya biasiswa itu ada aturannya. Tidak bisa serta merta saja kita kasih uang orang tidak bertanggung jawab untuk menyelesaikan studi itu.
Jadi kita pelan-pelan untuk mulai mengarahkan mudah-mudahan ini target kita bisa tercapai
Host: Kalau selain Manado Manado di kota apa saja yang Masuk dari YPMAK ini terutama Mahasiswa dari Papua ini Seluruh Indonesia?
Kami punya di Papua, kami punya beasiswa di Papua Barat ada peserta, Provinsi Papua, Papua Tengah, kemudian di Makassar juga ada, kemudian Jawa-Bali ada peserta beasiswa kita, selain Manado.
Host: Ada juga untuk mendorong Anak-anak ini masuk Ke sekolah kedinasan Begitu mungkin dari Yayasan ini sendiri?
Saat ini kami sedang berupaya untuk itu, supaya peserta beasiswa kita, atau calon peserta beasiswa kita itu sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah kedinasan. Upaya itu sedang dilakukan misalnya IPDN dan sekolah kedinasan yang lain. Kami sedang mengupayakan itu mudah-mudahan upaya ini akan berhasil, Karena memang sebelumnya kita memang mendorong tapi belum maksimal.
Saat ini untuk bisa sampai di tahap-tahap pendidikan kedinasan kan sebetulnya perlu pola berjenjang. Kita perlu menata SDnya, pendidikan dasarnya, kita perlu menata menengahnya.
Kemudian kalau dibawahnya sudah kuat pasti mereka akan bisa bersaing di tingkatan yang lebih tinggi. Termasuk upaya untuk masuk ke kedinasan itu
Host: Ada juga inisiatif mendirikan sekolah mungkin atau kampus dari YPMAK ini sendiri, bekerja sama dengan misalkan yayasan dari sekolah, misalkan dari sekolah Swasta yang sudah ada yang terpercaya atau bagaimana?
Iya kami untuk sementara sesuai dengan keputusan badan pembina YPMAK Itu kita tidak mengelola program secara langsung. Tapi kita bekerja sama dengan mitra untuk bisa menyalurkan bantuan-bantuan pendidikan, kesehatan juga dan juga ekonomi.
Jadi kita sebagai donor, Kita memberikan dukungan sebagai penyalur.
Host: Selain bidang pendidikan kan ada bidang kesehatan dan bidang ekonomi. Kalau dua bidang ini sendiri seperti apa yang dijelankan programnya?
Untuk bidang ekonomi saat ini, kalau sebelumnya kita memberikan bantuan-bantuan pembibitan misalnya babi, terus ayam potong.
Kita juga berikan itu kemudian juga bantuan logistik BAMA.
Kemudian ada permintaan-permintaan dari masyarakat, kita juga bantu.
Saat ini memang kita lagi dorong masyarakat punya kemampuan daya saing sendiri ya. Termasuk juga usaha baru, bagi pengusaha baru.
Kita lagi dorong 20 orang pengusaha baru saat ini. Yang asli bisa bersaing di Timika, dikelola bersama, kerjasama dengan BTN. Di Kabupaten Mimika juga dengan sekolah tinggi yang ada di Kabupaten Mimika. STIE Jembatan Bola, saya sebut saja ya.
Kemudian kita juga dorong VCO, saat ini Komunikasi Sistem Berlangsung Virgin Coconut Oil itu. Untuk wilayah pesisir, untuk bisa menjadi salah satu peluang ekonomi untuk masyarakat di pesisir.
Dan untuk wilayah dataran tinggi, mungkin setelah kembali dari sini kita akan monitor masyarakat tembaga pura dan seterusnya sekitar itu. Untuk bisa melihat kira-kira peluang ekonomi di sana itu seperti apa. Karena memang kesulitan jangkauan di sana, yang sangat memungkinkan itu kopi.
Jadi kami akan lihat peluangnya, lalu kemudian coba lihat pasarnya seperti apa. Kemudian pola baru kita create lagi, supaya bisa memberikan akses ekonomi bagi masyarakat.
Host: Kalau di bidang kesehatan, berarti masyarakat Amume Kamoro ini dapat jaminan untuk berobat?
Ya, kita seperti tadi ya, kita juga punya rumah sakit mitra masyarakat yang dibangun, masyarakat berobat gratis.
Di rumah sakit itu, dengan BPJS, dan ada penyakit-penyakit tertentu langsung kita kirim untuk dirujuk di rumah sakit yang memiliki fasilitas tertentu. Untuk mengobati penyakit tertentu di sana.
Kemudian kita juga saat ini ada program kampung sehat namanya.
Program kampung sehat ini kita sudah mulai jalan di pesisir, di Kabupaten Mimika, dan wilayah highland, dataran tinggi. Sudah mulai jalan dan itu dikelola oleh masyarakat Putra Daerah sendiri, dan kerjasama dengan organisasi yayasan yang memang bergerak di bidang kesehatan.
Selain itu juga kita kerjasama dengan pemerintah daerah.
Jadi program kampung sehat kita kolaborasikan dengan Dinas Kesehatan, untuk bisa lebih saling mendukung ya. Karena sebetulnya kita ini kan hanya pendukung, kita bukan tunggal pemain utama. Kita sebagai supporter pemerintah dalam mengatasi berbagai macam persoalan kesehatan, meskipun tidak semua bisa kita atasi.
Host: Berarti kalau di Sulawesi Utara yang saat ini dimonitoring dan evaluasi, di bidang pendidikan ini berarti ya Pak? Berapa hari kalau di Sulawesi Utara ini, dari monitoring dan evaluasi yang akan dilakukan ini?
Rencananya itu seminggu. Kami sudah tiba di sini dari perjalanan itu dari hari minggu.
Host: Jadi sudah ada berapa kampus yang sudah di monitoring dan evaluasi sampai hari ini?
Sampai hari ini sudah ada, pertama Unsrat. Unsrat sudah kita kunjungi, kemudian Delasal. Di hari pertama, hari Senin, kemudian hari selasanya sudah kunjungi ke De La Salle.
Dan hari Rabu ini kita sudah ada ditemui di seminari. Besok nanti akan ada lagi di Lokon, SMA Lokon. Karena di situ ada cukup banyak siswa di sana.
Host: Dari Papua juga ya?
Iya, benar. Itu semua adalah penerima beasiswa. Jadi dari Universitas sudah, kita masuk ke yang SMA lagi.
Host: Kalau SD SMP juga ada atau belum?
Sementara kita punya SD SMP itu ada di Timika. SD SMP itu yang SATP atau Sekolah Taruna Papua. Itu yang dikelola oleh Yaisan Lokon.
Host: Pak Wakil Ketua, untuk evaluasi dan monitoring yang sudah dilakukan dalam beberapa hari ini, apa yang didapati sama ini dan apa yang akan ditindaklanjuti misalkan untuk evaluasi dan monitoringnya?
Ada beberapa hal yang sudah kami dapatkan di situ, yang sementara kita nanti semua hasil monitoring dan evaluasi ini akan dibuat dulu dalam satu laporan. Laporan itu akan kita evaluasi sama-sama, lalu kemudian kita tentukan perbaikan-perbaikan mana. Indikator-indikator pencapaian yang mana, yang mana yang akhirnya tidak bisa capai indikator itu, itu yang nanti kita akan bahas, dan kemudian mendapatkan sebuah keputusan perubahan dari hasil itu.
Memang ada beberapa hal yang secara langsung kita lihatkan, tadi saya sempikan bahwa di situ dari nilai, IPK, masing-masing, KHS-nya mereka, itu yang sementara di-evaluasi, yang langsung bisa kita lihat, langsung bisa diinformasikan tentang perubahan-perubahan itu. Kemudian masalah subscale, itu masalah, ada beberapa hal yang memang tadi saya sampaikan Pak Ketua dari awal, bahwa penerima siswa, penerima beasiswa dari kami ini, pertama adalah, waktu mereka kesini, ada beberapa hal yang mempengaruhi sehingga nilai itu tidak, ada yang tidak bisa capai standar nilai kelulusan itu, karena culture shock-nya itu yang mereka hadapi, perubahan dari tempat yang biasa, kemudian sini dengan melihat segala sesuatu, itu membuat mereka ada sedikit perubahan, sehingga mempengaruhi.
Kemudian dari, mereka punya aktivitas setiap hari, pergaulan-pergaulan itu, nah itu yang akhirnya kami temukan untuk bisa memberikan solusi secara langsung kepada mereka, hal ini harus dirubah. Nah itu setiap akhir pertemuan dengan mitra, kami bertemu juga dengan para mahasiswanya atau dengan siswa.
Kemudian setelah mendengarkan tanya-jawab dan mendengarkan hasil diskusi itu, kami selalu memberikan arahan-arahan perubahan-perubahan yang langsung dilakukan di situ. Yang secara keseluruhan nanti ada perbaikan-perbaikan yang nanti kami pulang, kemudian itu akan dibahas, kemudian jadi rekomendasi untuk disampaikan, baik kepada mitra, maupun juga proses kepada siswa penerima beasiswa.
Host: Nah Pak Ketua dan Pak Wakil Ketua, sebelum kita menutup perbincangan podcast ini, mungkin ada, sukses story dulu dari, misalkan dari penerima beasiswa ini, yang selama ini mungkin alumni, mantan, yang sudah sukses berkiprah, baik di pemerintahan dan lain-lain, yang penerima beasiswa ini?
Ya, saya sendiri alumni penerima beasiswa. Ada alumni penerima beasiswa kita itu tersebar di hampir seluruh Indonesia.
Paling banyak di Papua. Kalau di pemerintahan, pasti sudah eselon 1, eselon 2 itu sudah ada. Sudah senior di Freepot juga ada.
Di beberapa area perusahaan juga ada.
Tapi yang kelihatan sekali itu ada beberapa bupati dan gubernur. Misalnya Gubernur Papua Tengah, Pak Frits Mekinawibu.
Host: Sudah jadi gubernur ya?
Ya, itu alumni beasiswa kita. Kemudian Gubernur Papua Selatan, itu juga alumni beasiswa kita. Lalu ada bupati Intan Jaya dan bupati-bupati yang lain.
Itu juga pernah dapat dukungan dari YPMAK.
Host: Pak Wakil Ketua, ada yang mungkin ingin ditambahkan terkait alumni-alumni sendiri? Yang seingat Pak Ketua, yang bisa memberikan sukses story mungkin kepada pendengar dari mahasiswa ini?
Ada anak-anak yang kemarin baru tamat dokter ya.
Lulus dokter. Anak perempuan orang Amume.
Jadi dia salah satu anak karyawan kami YPMAK. Dan dia sukses menjadi seorang dokter. Namanya apa Pak Wakil Ketua? Saya lupa namanya nih.
Dia sukses itu tamat di Universitas UKIT ya. Jakarta. Tamat dan dokter itu luar biasa.
Sudah cukup banyak yang sudah capai sukses itu.
Host: Oke. Nah mungkin bagi tribuner, sedangkan mahasiswa anak-anak Papua, itu bisa jadi rekomendasi. Bahkan ada yang jadi gubernur yang sudah menerima beasiswa ini ya.
Nah, mungkin Pak Ketua dan Pak Wakil Ketua, kita akan mengakhiri podcast ini. Ada mungkin closing statement kepada pendengar kita mengenai YPMAK secara umum dan juga secara khusus di bidang pendidikan ini. Dan untuk menyemangati anak-anak yang sementara menjalani pendidikan baik di Indonesia maupun di Sulawesi Utara dan di Papua atau di mana saja yang menerima bantuan pendidikan ini ya, beasiswa ini ya.
Dari Pak Ketua dulu. Silahkan Pak Ketua.
Untuk adik-adik kita, juga tribuners, terima kasih untuk kesempatan bisa bersama dan berbincangan ini.
Untuk adik-adik penerima beasiswa kita, tentu kita berharap tidak takut untuk berkompetisi, berani mengambil peran dalam setiap kegiatan, dan menggunakan kesempatan yang ada dengan baik dan bijaksana. Jadi kesempatan itu tidak akan terulang. Seiring dengan perkembangan zaman, beasiswa juga akan lama kelama akan ketat juga.
Dengan demikian, siapa yang punya kesempatan saat ini ada untuk bisa dimanfaatkan dengan baik, selesaikan, gunakan dengan baik. Karena kesempatan yang ada seperti ini itu tidak akan terulang yang kedua kali. Sama dengan usia kita, itu dia tetap berjalan.
Dan orang tua juga menunggu di kampung dan di rumah. Juga keluarga sedang menunggu anda selesaikan, manfaatkan dengan bijaksana kesempatan ini dan ulang dengan membawa hasil.
Host: Kalau Pak Wakil Ketua silahkan.
Untuk semua yang menerima beasiswa, baik itu yang ada di bawah YPMK maupun yang di luar YPMK. Baik juga yang menerima beasiswa dari kalau saat ini kami ada di Sulawesi Utara, pasti juga pemerintah ataupun yang ada di sini juga memberikan beasiswa kepada siswa-siswa yang lain. Sebagai informasi atau sebagai saran saja untuk semua penerima beasiswa bahwa pendidikan yang baik itu tidak hanya didapat dari pendidikan dan keterampilan.
Tetapi juga ada nilai-nilai karakter yang perlu harus diperhatikan. Sukses dan menjadi seorang siswa yang baik itu berani untuk mengambil sebuah menerima sebuah perubahan. Karena orang yang sukses itu harus selalu bermimpi untuk bisa sanggup untuk membuat sebuah perubahan.
Dan tantangan-tantangan yang dihadapi di kemudian hari itu luar biasa berat sehingga apa yang diambil saat ini itu akan menentukan suksesnya di kemudian hari. Dan kebanyakan, jadi tidak hanya dilihat dari nilai-nilai saja. Tetapi ada nilai-nilai soft skill yang perlu harus dijaga.
Bagaimana interaksi orang itu dengan pihak lain, dengan atasan, dengan pahlawan, atau dengan rekan-rekan kerja, atau dengan rekan-rekan rasa sama teman, itu penting sekali. Jadi untuk sukses tidak hanya didapat dari sebuah nilai saja, tetapi bisa dari nilai-nilai soft skill.(*)
(TribunManado.co.di/Ico)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
YPMAK
Papua
beasiswa
Tribun Podcast
Tribun Manado
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amume dan Kamoro
Amume
Kamoro
Michael Thungari Ungkap Derita Warga Sangihe: Listrik Padam, Sinyal Hilang |
![]() |
---|
Cerita Michael Thungari, Awalnya Pebisnis dan Pecinta Olahraga, Kini Pimpin Sangihe |
![]() |
---|
Ini Cara Membayar Tunggakan Iuran JKN dengan Mencicil |
![]() |
---|
CEP Memenuhi Syarat Jadi Calon Ketua Golkar Sulut, Feryando Lamaluta: Tak Melanggar Aturan Partai |
![]() |
---|
Kisah Inspiratif di Balik Album Rohani Iman di Tengah Perjalanan Karya Roy Lahutung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.