Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lipsus Nasib Mikrolet di Manado

Mikrolet di Manado Terancam Ditinggalkan, Pengamat Transportasi: Perlu Modernisasi

Nasib mikrolet di Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, semakin memprihatinkan.

Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Erlina Langi
Dok. Pribadi
TANGGAPAN - Pengamat Transportasi Sulut, Vicky Fernando. Ia menilai, penurunan minat masyarakat terhadap mikrolet terjadi karena berbagai faktor yang saling berkaitan.  

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID — Nasib mikrolet di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Manado, semakin memprihatinkan. 

Banyak warga tak lagi memilih moda transportasi ini dalam aktivitas sehari-hari. 

Pengamat transportasi Sulut, Vicky Fernando menilai, penurunan minat masyarakat terhadap mikrolet terjadi karena berbagai faktor yang saling berkaitan. 

Mulai dari perubahan pola hidup hingga lemahnya inovasi layanan.

“Pertanyaannya sangat relevan dengan kondisi sekarang. Menurut saya, ada beberapa hal yang menyebabkan mikrolet mulai ditinggalkan,” kata Vicky saat dimintai tanggapan, Kamis (3/7/2025).

Ia menjelaskan, masyarakat kini lebih memilih transportasi online seperti ojek dan taksi daring karena dinilai lebih cepat, nyaman, dan bisa langsung sampai ke tujuan tanpa harus berganti kendaraan.

“Banyak juga warga yang sekarang sudah punya kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Jadi ketergantungan terhadap angkutan umum, termasuk mikrolet, makin berkurang,” katanya.

Selain itu, menurutnya, kondisi armada mikrolet yang rata-rata sudah tua, tanpa AC, minim perawatan, serta kebersihan yang kurang terjaga, membuat masyarakat enggan menggunakan jasa ini. 

Rute trayek yang kaku dan tidak mengikuti perkembangan kawasan permukiman baru juga menjadi masalah.

“Kurangnya regenerasi sopir dan pengelola juga jadi tantangan. Banyak anak muda tidak tertarik terjun di usaha mikrolet karena dianggap tidak menjanjikan secara ekonomi,” tambah Vicky.

Persaingan dengan moda transportasi lain juga semakin ketat. 

Menurutnya, transportasi online kini lebih variatif, dan calon penumpang bisa menentukan sendiri biaya perjalanan sesuai kemampuan.

Untuk menyelamatkan moda transportasi ini, Vicky mendorong pengelola mikrolet agar segera melakukan transformasi layanan. 

Ia menyarankan langkah-langkah berikut:

Modernisasi armada : Peremajaan kendaraan menjadi lebih nyaman, bersih, hemat bahan bakar, bahkan jika memungkinkan beralih ke kendaraan listrik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved