Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

3 Berita Populer Sulawesi Utara: Turis Keluhkan Aksi Bom Ikan di Tumbak, Praperadilan AGK Ditolak

Ada 3 berita populer Sulut yang dirangkum editor Tribun Manado, Selasa 17 Juni 2025.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Ventrico Nonutu
Kolase Tribun Manado
BERITA POPULER - Pelaku bom ikan di perairan Tumbak, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (kiri). Kuasa Hukum AGK, Zemmy Leihitu, usai sidang praperadilan kasus korupsi dana hibah Pemprov Sulawesi Utara ke GMIM dengan tersangka Asiano Gammy Kawatu di Pengadilan Negeri Manado, Senin (16/6/2025) (kanan atas). Christian Tamalo dan Busmando Suply saat menghadiri acara Tribun Podcast didampingi Relawan Kemanusiaan Kamboja, Christie Saerang, Jumat (14/3/2025) lalu (kanan bawah). Berikut berita populer Sulawesi Utara Selasa 17 Juni 2025. 

2. Praperadilan Ditolak, Kuasa Hukum Tetap Yakin AGK Tidak Bersalah dalam Kasus Korupsi Dana Hibah GMIM

Sidang praperadilan dengan pemohon tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ke Gereja Masehi Injili di MInahasa (GMIM), Asiano Gammy Kawatu (AGK) tuntas.

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Manado Ronald Massang menolak permohonan yang diajukan AGK.

"Menolak seluruh permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya," putus Ronald, Senin (16/6/2025).

Putusan hakim langsung disambut dengan rasa kecewa oleh para pendukung AGK.

Terlihat ada pengunjung yang keluar sambil menangis karena mendengar hasil putusan tersebut.

Sementara itu pengacara AGK, Zemmy Leihitu, mengatakan bahwa timnya menerima putusan dari majelis hakim.

Meski begitu, timnya masih akan berjuang pada pokok perkara nanti di persidangan berikutnya.

Baca Selengkapnya KLIK INI

3. Kesaksian Warga Sulut Eks Pekerja Perusahaan Scammer di Kamboja: 'Kerja Sulit Menderita Sekali'

Puluhan Warga Sulawesi Utara (Sulut) menjadi korban perusahaan online scam (penipuan daring) di Kamboja.

Saat ini beberapa warga Sulut telah berhasil dipulangkan setelah melarikan diri dari perusahaan karena mengalami tekanan kerja.

Pasalnya mereka disiksa dan disetrum kalau tidak mencapai target kerja untuk menipu orang lain.

Hal ini diungkapkan oleh Christian Tamalo, salah satu warga Sulut yang berhasil dipulangkan ke Sulut.

Christian mengungkapkan bekerja di Kamboja adalah sebuah keputusan yang fatal yang pernah diambil dalam hidupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved