Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lipsus Tergoda Kerja ke Kamboja

Kesaksian Warga Sulut Eks Pekerja Perusahaan Scammer di Kamboja: 'Kerja Sulit Menderita Sekali'

Christian salah satu warga Sulut yang berhasil dipulangkan menceritakan pengalaman pahit saat bekerja di Kamboja dan jadi korban penipuan kerja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Frandi Piring
Dok. Tribun Manado
CURHAT - Christian Tamalo dan Busmando Suply saat menghadiri acara Tribun Podcast didampingi Relawan Kemanusiaan Kamboja, Christie Saerang, Jumat (14/3/2025). Mereka curhat soal kejadian di Kamboja. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan Warga Sulawesi Utara (Sulut) menjadi korban perusahaan online scam (penipuan daring) di Kamboja.

Saat ini beberapa warga Sulut telah berhasil dipulangkan setelah melarikan diri dari perusahaan karena mengalami tekanan kerja.

Pasalnya mereka disiksa dan disetrum kalau tidak mencapai target kerja untuk menipu orang lain.

Hal ini diungkapkan oleh Christian Tamalo, salah satu warga Sulut yang berhasil dipulangkan ke Sulut.

Christian mengungkapkan bekerja di Kamboja adalah sebuah keputusan yang fatal yang pernah diambil dalam hidupnya.

Ia mengirah hidupnya akan jauh lebih baik ketika merantau ke Kamboja, namun yang didapatkan trauma yang sulit untuk dihilangkan.

Semua itu bermula ketika dia menerima tawaran kerja di Kamboja dengan iming-iming gaji besar dan kerja di depan komputer.

Awalnya ragu, tetapi dorongan untuk merubah hidup yang jauh lebih baik akhirnya ia melangkah.

Namun, ketika sampai di Kamboja ia diminta oleh pihak perusahaan untuk bekerja sebagai scammer menipu orang.

"Kaget tetapi sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kita dipaksa karja (kerja) bukan seperti manusia, lembur istrahat hanya 1 jam. Terus makan satu hari itu hanya 2 kali, jadi kerja sulit makan juga menderita sekali," ujar Christian, Senin (16/6/2025).

Kata Christian, soal gaji yang dijanjikan perusahaan tidak sesuai fakta perjanjian awal sebelum berangkat.

"Mereka janji gaji di atas Rp 10 juta, tetapi saat kerja kita hanya diberikan dibawah Rp 5 juta jadi semua janji palsu," tuturnya.

Ia berharap, cukup dirinya yang menjadi korban dari Sulut.

"Saya hanya pesan jangan pernah berfikir untuk ke Kamboja, kalau sudah masuk di Perusahaan sulit keluar. Biar (pun) gaji kecil lebih baik kerja di Sulut saja karena kalau ke Kamboja menderita dan taruhan nyawa," pungkasnya.

Data Kemlu RI: WNI ke Kamboja pada 2024 Tercatat Ada 19 Ribu Jiwa

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved