Lipsus Tergoda Kerja ke Kamboja
Imigrasi Manado Cegah TPPO ke Kamboja, Pemohon Paspor Diminta Buat Surat Pernyataan
"Pemohon di Manado ini memang rata-rata masih aktif dan produktif untuk wisata," jelasnya, Senin (16/5/2025).
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Manado menyiapkan 150 kuota untuk pembuatan paspor setiap harinya.
Kakanim Kelas 1 TPI Manado Azriyal Zam mengatakan rata-rata pemohon mengajukan paspor karena wisata, berobat, dan kunjungan keluarga di luar negeri.
Kata Azriyal syarat untuk pembuatan untuk paspor antara lain harus memiliki KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.
Apabila tidak ada akta kelahiran maka diganti dengan ijazah.
"Pemohon di Manado ini memang rata-rata masih aktif dan produktif untuk wisata," jelasnya, Senin (16/5/2025).
Seleksi paspor pun sudah cukup ketat terkait upaya bekerja ilegal seperti ke Kamboja.
"Bahkan kita untuk pencegahan TPPO, ada beberapa pemohon yang sudah kita lakukan penundaan karena kita mencurigai bahwa dia akan bekerja ke luar negeri," tambah Azriyal.
Dia pun memastikan bahwa paspor yang diberikan selama ini kepada pemohon rata-rata untuk berwisata ke luar negeri.
"Sejak awal wawancara pemohon, kita sudah memberikan surat pernyataan tidak bekerja, sudah ada penundaan kita melakukan pencegahan TPPO," tutupnya.
Tak Terdata
Banyak warga Sulawesi Utara bekerja di Kamboja, termasuk Manado.
Kadisnaker Manado Paul Sualang menegaskan, warga Manado yang bekerja di Kamboja tidak terdata di pihaknya.
Hal ini dikarenakan mereka berstatus ilegal.
"Hanya menggunakan visa kunjungan. Mereka terlebih dahulu ke Singapura kemudian
menyeberang ke sana," katanya, Senin (16/6/2025).
Baca juga: Andrei Angouw Raih Penghargaan IWWEF 2025, Wamen Bima Sebut Manado Menuju Swasembada Air
Baca juga: Imigrasi Manado Perketat Penyeleksian Paspor: Warga yang Dicurigai akan Kerja Luar Negeri Ditunda
Pemerintah Indonesia sendiri tidak punya perjanjian kerja sama dengan Kamboja di bidang ketenagakerjaan.
"Dengan Kamboja dan beberapa negara lainnya tidak ada perjanjian kerjasama ketenagakerjaan," katanya.
Disnaker Manado pun gencar sosialisasi ke masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan iming-iming bekerja di Kamboja dengan gaji besar.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Banyak Warga Sulut Jadi Korban TPPO di Kamboja, Ini Langkah BP3MI dan LPSK |
|
|---|
| BP3MI Sulawesi Utara Gandeng LPSK, Beri Perlindungan Pekerja Korban TPPO Kamboja |
|
|---|
| Kesaksian Warga Sulut Eks Pekerja Perusahaan Scammer di Kamboja: 'Kerja Sulit Menderita Sekali' |
|
|---|
| Kisah Warga Sulawesi Utara yang Pernah Bekerja di Kamboja: Sibuk Cari Kerja, Adu Nasib di Pabrik |
|
|---|
| Imigrasi Manado Perketat Penyeleksian Paspor: Warga yang Dicurigai akan Kerja Luar Negeri Ditunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Penjelasan-Kakanim-Kelas-1-TPI-Manado-Azriyal-Zam-mengatakan-rata.jpg)