Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perusahaan Nikel

Daftar 10 Perusahaan Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Paling Besar Ada di Indonesia

Indonesia telah muncul sebagai pusat produksi nikel global, menjadi tuan rumah bagi tambang nikel terbesar di dunia

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Istimewa
NIKEL: Ilsurtasi pekerja tambang IWIP. Berikut daftar 10 perusahaan tambang di dunia. Nomor satu dari Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tak hanya emas, ternyata nikel kini menjadi primadona perusahaan tambang.

Banyak kini perusahaan nikel yang berkembang di dunia.

Indonesia juga masuk dalam hitungan penghasil nikel terbesar di dunia.

Baca juga: Daftar Petinggi Tambang Nikel di Raja Ampat, Jadi Sorotan Usai Kampanye Save Raja Ampat Viral

di Indonesia juga kini sangat banyak perusahaan nikel.

Bahkan dua di antarannya masuk dalam 10 besar perusahaan nikel terbesar di Indonesia.

Siapa sangka, paling besar berada di Indonesia.

Indonesia telah muncul sebagai pusat produksi nikel global, menjadi tuan rumah bagi tambang nikel terbesar di dunia dan beberapa operasi besar lainnya.

Deposit laterit yang melimpah di Indonesia dan kebijakan pemerintah yang mempromosikan pemrosesan dalam negeri, telah menarik investasi signifikan dari perusahaan pertambangan internasional.

Sejak menerapkan larangan ekspor bijih nikel mentah pada tahun 2020, Indonesia telah memaksa perusahaan pertambangan untuk mengembangkan kemampuan pemrosesan di dalam negeri.
Kebijakan strategis ini telah mendorong lebih dari $30 miliar investasi asing langsung ke fasilitas pemrosesan nikel, sehingga menggandakan kapasitas peleburan Indonesia antara tahun 2020 dan 2023.

Sejumlah negara lainnya juga dikenal sebagai produsen nikel terbesar.

Selengkapnya, berikut 10 tambang nikel terbesar di dunia sebagaimana dilansir discoveryalert.com.

1. Proyek Weda Bay (Indonesia)
Produksi tahunan: 516.700 ton nikel (2023)
Pemilik: Tsingshan Holding Group
Jenis tambang: Permukaan (greenfield)
Lokasi: Maluku, Indonesia
Perkiraan penutupan: 2069

Proyek Weda Bay memiliki keunggulan tersendiri, memproduksi lebih dari lima kali volume tambang nikel terbesar kedua di dunia.

Dengan masa operasi yang diperpanjang hingga 2069, operasi besar ini merupakan landasan pasokan nikel global selama beberapa dekade mendatang.
Skala proyek yang luar biasa ini merupakan hasil dari sumber daya yang melimpah dan visi strategis Tsingshan.

Perusahaan tersebut telah menginvestasikan sekitar $10 miliar hingga saat ini, menciptakan ekosistem penambangan, pemrosesan, dan manufaktur terpadu yang mencakup seluruh rantai nilai mulai dari ekstraksi hingga baja tahan karat dan bahan baterai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved