Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perusahaan Nikel

Daftar 10 Perusahaan Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Paling Besar Ada di Indonesia

Indonesia telah muncul sebagai pusat produksi nikel global, menjadi tuan rumah bagi tambang nikel terbesar di dunia

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Istimewa
NIKEL: Ilsurtasi pekerja tambang IWIP. Berikut daftar 10 perusahaan tambang di dunia. Nomor satu dari Indonesia 

Tambang laterit di tambang ini mencakup sekitar 4.376 hektar dengan kadar rata-rata nikel 1,44 persen.

Sisa masa pakainya yang mencapai 25+ tahun menjadikannya aset penting bagi sektor pertambangan Filipina, terutama karena tambang besar lainnya seperti Rio Tuba akan segera ditutup.

Taganito telah menerapkan metode rehabilitasi inovatif, termasuk penggunaan spesies pohon asli dan teknik bioteknologi yang telah memulihkan sekitar 300 hektar area yang sebelumnya ditambang menjadi penggunaan produktif.

4. Tambang Sorowako (Indonesia)
Produksi tahunan: 64.100 ton nikel (2023)
Pemilik: Vale
Jenis tambang: Permukaan (brownfield)
Lokasi: Sulawesi Selatan, Indonesia
Perkiraan penutupan: 2045

Dioperasikan oleh raksasa pertambangan global Vale, Tambang Sorowako merupakan salah satu operasi nikel utama terlama di Indonesia dengan kapasitas produksi signifikan dan sisa masa operasional dua dekade.

Vale telah menginvestasikan lebih dari $600 juta untuk memodernisasi operasinya sejak 2018, dengan fokus pada peningkatan tingkat pemulihan dan kinerja lingkungan.

Pembentukan perusahaan baru-baru ini atas usaha patungan senilai $4,5 miliar dengan CATL menunjukkan posisi strategis Sorowako dalam rantai pasokan bahan baterai.

Pabrik pemurnian operasi ini memproduksi feronikel untuk aplikasi baja tahan karat tradisional dan endapan hidroksida campuran dalam jumlah yang terus bertambah untuk sektor baterai.

Pendekatan pasar ganda ini memberikan fleksibilitas seiring dengan perubahan pola permintaan antara aplikasi transisi industri dan energi.

Sorowako mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja dan telah menyelenggarakan program pengembangan masyarakat yang luas yang telah menjadi tolok ukur bagi sektor pertambangan Indonesia, termasuk inisiatif pendidikan yang telah mensponsori lebih dari 5.000 siswa lokal.

5. Proyek PT Huayue Nickel Cobalt (Indonesia)
Produksi tahunan: 42.000 ton nikel (2023)
Pemilik: Huayou Cobalt
Tipe tambang: Greenfield
Lokasi: Sulawesi Tengah, Indonesia

Operasi ini menyoroti semakin pentingnya proyek nikel-kobalt yang menargetkan rantai pasokan bahan baterai, memposisikan Indonesia sebagai pemasok penting bagi industri kendaraan listrik.

Investasi Huayou Cobalt sebesar $1,2 miliar di fasilitas HPAL ini menunjukkan pergeseran strategis menuju produksi nikel bermutu baterai.

Operasi ini secara khusus menargetkan produksi endapan hidroksida campuran (MHP), prekursor penting untuk bahan katode kendaraan listrik yang memiliki harga premium dibandingkan produk feronikel tradisional.

Proyek ini merupakan strategi Huayou yang berkantor pusat di Tiongkok untuk mengamankan pasokan hulu bagi bisnis material baterainya, dengan perusahaan mencatat bahwa "integrasi vertikal dari tambang hingga material katode memberi kami kendali rantai pasokan yang krusial di tengah pasar yang semakin ketat."

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved