Perusahaan Nikel
Daftar 10 Perusahaan Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Paling Besar Ada di Indonesia
Indonesia telah muncul sebagai pusat produksi nikel global, menjadi tuan rumah bagi tambang nikel terbesar di dunia
Endapan laterit pada operasi ini memiliki kadar yang sedikit lebih tinggi (rata-rata 1,8 persen nikel) daripada sumber daya Indonesia pada umumnya, yang memberikan keuntungan ekonomi.
Cadangan saat ini diperkirakan sebesar 9,3 juta ton nikel, menjadikannya salah satu sumber daya nikel terbesar di dunia.
Jejak lingkungan Weda Bay tetap signifikan meskipun memiliki keunggulan efisiensi, dengan operasi yang mengonsumsi sekitar 320 MW daya, terutama dari sumber daya batu bara.
Perusahaan telah mengumumkan rencana untuk mengalihkan 40 persen dari permintaan ini ke sumber daya terbarukan pada tahun 2030, meskipun jadwal pelaksanaannya masih belum pasti.
2. Proyek PT Halmahera Persada Lygend (Indonesia)
Produksi tahunan: 95.180 ton nikel (2023)
Pemilik: Ningbo Lygend Mining
Lokasi: Maluku Utara, Indonesia
Operasi ini merupakan gambaran perkembangan pesat industri nikel Indonesia, dengan kapasitas produksi yang jauh melampaui sebagian besar pesaing global dan memposisikannya dengan kokoh sebagai tambang nikel terbesar kedua di dunia.
Investasi Ningbo Lygend senilai $1,45 miliar dalam teknologi HPAL memungkinkan operasi tersebut untuk memproses bijih laterit dengan kadar rendah (biasanya 1,0-1,3 persen Ni) menjadi material bermutu baterai.
Hasil proyek tersebut terutama diarahkan pada rantai pasokan kendaraan listrik, dengan perjanjian offtake yang mengamankan sebagian besar produksi hingga tahun 2030.
Fasilitas ini menghasilkan endapan hidroksida campuran yang mengandung sekitar 37 persen nikel, yang merupakan salah satu produk antara dengan kemurnian tertinggi di sektor pertambangan Indonesia.
Pencapaian ini telah menjadikan Lygend sebagai pemimpin teknis dalam pemrosesan laterit.
Seluruh proses aliran material operasi telah didigitalkan menggunakan sensor Industrial Internet of Things (IIoT), menciptakan apa yang disebut oleh pejabat perusahaan sebagai "kembaran digital" dari operasi fisik yang mengoptimalkan laju produksi dan pemulihan secara real-time.
3. Tambang Taganito (Filipina)
Produksi tahunan: 70.410 ton nikel (2023)
Pemilik: Nickel Asia
Jenis tambang: Permukaan (greenfield)
Lokasi: Surigao del Norte, Filipina
Perkiraan penutupan: 2049
Tambang Taganito merupakan operasi nikel terbesar di Filipina dan salah satu proyek pertambangan terpenting di Asia Tenggara, dengan kapasitas produksi besar dan proyeksi umur operasional panjang.
Kemitraan Nickel Asia dengan Sumitomo Metal Mining telah memungkinkan pengembangan pabrik pemrosesan HPAL yang berdekatan, menjadikan Taganito salah satu dari sedikit operasi Filipina yang memproduksi produk antara bernilai tinggi daripada mengekspor bijih mentah.
Fasilitas ini merupakan investasi sebesar $1,7 miliar dalam pemrosesan hilir.
| Siap-siap Mati Lampu, Info PLN Lokasi Terdampak, Sabtu 16 Mei 2026 |
|
|---|
| Kecelakaan Maut, Seorang Karyawan Tewas, Korban Bonceng Kakak Ipar Lalu Motor Tabrak Pohon |
|
|---|
| Didukung Warga Tagulandang Sitaro, Penyidik Kejati Sulut Terus Dalami Kasus Dana Erupsi Gunung Ruang |
|
|---|
| Nama 42 Siswa dan Siswi Lolos Seleksi Paskibraka Manado, Masuk Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan |
|
|---|
| Ada 50 Beasiswa Untuk Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unima , Tiga Orang Per Daerah di Sulut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Lowongan-kerja-2024-terbaru-di-tambang-IWIP.jpg)