Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan di Kotamobagu

Wanita di Kotamobagu Sulawesi Utara Tewas Ditikam Suami, Polisi: Cemburu

Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto kepada Tribunmanado.com mengatakan motif dari pembunuhan ini adalah karena cemburu.

|
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Polres Kotamobagu
PEMBUNUHAN - Pelaku pembunuhan di Kotamobagu, Sulawesi Utara saat ditangkap polisi, Minggu 11 Mei 2025 di Kabupaten Boltim. Ia tega membunuh istrinya sendiri. Kasus diduga dipicu rasa cemburu. 

Korban menanyakan apakah sudah berada di tempat kerja mereka di kediaman Umi (pemilik usaha nasi kuning), namun pesan tersebut juga tidak sempat dibalas olehnya.

"Terakhir dia voice note (pesan suara) tanya apakah saya sudah di tempat Umi, tapi saya juga belum sempat balas," ucapnya.

Puput menambahkan bahwa korban sebelumnya pernah curhat tentang hubungan rumah tangganya yang tidak harmonis, termasuk soal ancaman dari pelaku.

"Beberapa kali dia curhat. Bahkan pernah bilang kalau sudah pernah diancam dibunuh oleh suaminya sendiri," ungkapnya.

Di mata Puput, Sri Utami dikenal sebagai pribadi yang periang, ramah, dan mudah membaur dengan siapa saja.

"Dia itu sangat friendly. Mudah mencairkan suasana dan sangat baik ke semua orang," katanya.

Diketahui, korban bekerja di sebuah usaha kuliner nasi kuning dan baru sebulan menjadi karyawan di tempat itu.

Ia ditikam suaminya dengan dua tusukan

Masing-masing mengenai punggung dan lengan, setelah sebelumnya keduanya terlibat pertengkaran hebat. 

Kronologi

Kasus ini terjadi di rumah yang juga menjadi tempat kerja korban.

Tempat tersebut merupakan sebuah tempat produksi dari usaha kuliner nasi kuning di Kelurahan Motoboi Kecil, Kota Kotamobagu.

Fakta ini diungkapkan oleh pemilik rumah sekaligus tempat usaha tersebut, Faris.

Faris menceritakan sebelum penikaman terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok hebat di samping rumah.

"Mereka sempat baku banta (berdebat) di samping rumah. Terus saya lihat pelaku memukul istrinya di bagian muka (wajah)," ungkap Faris.

Setelah itu, korban masuk ke dapur rumah, diikuti oleh pelaku yang masih emosi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved