Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

WNI di Kamboja

Daftar Nama Warga Sulut Korban Perusahaan Scam di Kamboja yang Berhasil Dipulangkan

Sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Utara yang sebelumnya terlantar di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Glendi Manengal
Christie Saerang Relawan Kemanusiaan
WARGA SULUT - Warga Sulawesi Utara korban Online Scam yang berhasil dipulangkan dari Kamboja, sebelumnya, Mereka bersama dengan tiga WNI lain. 

Christie beharap para wakil rakyat kedepannya lebih aktif lagi dalam merespon semua keluhan masyarakat.

"Dewan dipilih oleh rakyat jadi harus mementingkan kepentingan rakyat," pungkasnya.

Kesaksian Mantan Pekerja

Kesaksian dari Christian Tamalo dan Busmando Suply, dua warga Sulawesi Utara (Sulut) yang menjadi korban perusahaan online scam di Kamboja.

Keduanya berhasil melarikan diri dari perusahaan karena ditipu dan dipaksa untuk menipu online scam.

Namun setelah terlantar di depan KBRI Kamboja, mereka berdua akhirnya bisa pulang ke Sulut.

Christian mengungkapkan bekerja ke Kamboja adalah mimpi buruk yang tidak pernah akan dilupakan.

"Kita sampai saat masih trauma bagimana diperlukan oleh perusahaan gaji tidak sesuai dan sering lembur berjam-jam ketika tidak capai target," ujar Christian, Sabtu ( 15/3/2025)

Menurutnya, setelah lari dari perusahaan mereka belum bisa merasa aman karena akan mendampingi masalah lain di KBRI.

"Kita tidak bisa dipulangkan oleh KBRI sehingga terlantar didepan tidur di luar dan makan seadanya saja," ungkap Christian.

Untuk itu, ia mengingat kepada warga Sulut untuk jangan pernah bermimpi untuk bekerja di Kamboja.

"Taruhan nyawa kalau sampai ke Kamboja," jelasnya.

Senada disampaikan Busmando, bekerja di Kamboja adalah mimpi buruk.

"Kalau sudah masuk perusahaan sangat sulit keluar bahkan ada yang nekat ketika lari dan tertangkap bisa bertarung nyawa itu," terangnya.

Busmando pun meminta kepada warga Sulut, orang dewasa maupun anak-anak muda jangan tergiur dengan iming-iming gaji besar yang ditawarkan.

"Cuma kita yang jadi korban jangan lagi ada orang lain," pungkasnya. 

(TribunManado.co.id)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved