Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

WNI di Kamboja

Daftar Nama Warga Sulut Korban Perusahaan Scam di Kamboja yang Berhasil Dipulangkan

Sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Utara yang sebelumnya terlantar di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Glendi Manengal
Christie Saerang Relawan Kemanusiaan
WARGA SULUT - Warga Sulawesi Utara korban Online Scam yang berhasil dipulangkan dari Kamboja, sebelumnya, Mereka bersama dengan tiga WNI lain. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Utara yang sebelumnya terlantar di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Para korban diketahui sebelumnya dipaksa bekerja di sebuah perusahaan penipuan daring atau online scam yang beroperasi di Kamboja. Mereka mengalami perlakuan kekerasan dari pihak perusahaan, yang kemudian mendorong mereka untuk melarikan diri dan mencari perlindungan ke KBRI setempat.

Sejauh ini, delapan warga Sulawesi Utara telah berhasil kembali ke kampung halaman mereka dan berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Christie Saerang, seorang relawan kemanusiaan yang aktif membantu para korban di Kamboja, mengungkapkan bahwa delapan orang tersebut sudah tiba dengan selamat di Manado.

"Sementara 4 orang lainnya masih dalam proses pengurusan untuk pulang," ujarnya, Sabtu (19/4/2025).
Christie juga menyampaikan bahwa keberhasilan pemulangan ini tidak lepas dari peran aktif keluarga para korban di Sulut yang bekerja sama mencari solusi di tengah lambannya respons dari pemerintah.

"Soalnya pihak pemerintah sampe saat ini belum juga memberikan tanggapan terkait kepulangan mereka.
Padahal masih banyak warga Sulut yang terjebak di sana dan sampai sekarang masih butuh pertolongan pemerintah," ungkapnya.

Daftar nama warga Sulut yang telah dipulangkan: 

1. Christian tamalo

2. Busmando suply

3. Kiki lolong 

4. Billy oroh

5. Adi 

6. Dwi  

7. Leonado 

8. Citra 

Sementara pengurus proses pemulangan:

1. Renaldy kebaikan 

2. Aldo Imbiri

3. George lerah

4. Fabio Leon

Keluarga Mengadu ke DPRD

Sebelumnya para keluarga pekerja Perusahaan online scam Kamboja mengadu ke Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Senin (17/3/2025)

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi.

Belasan keluarga datang didampingi oleh Relawan Kemanusiaan Kamboja, Christie Saerang.

Christie mengungkapkan selama ini anggota DPRD Sulut hanya diam, tidak ada yang buka suara.

"Padahal kasus ini sudah viral, cuma sampai sekarang tidak ada dewan yang berkomentar. Sehingga hari ini kami datang," ujarnya.

Christie mengungkapkan yang turun ke Kantor DPRD Sulut hanya perwakilan para keluarga.

"Tidak semua yang datang, ini karena yang lain posisi bukan di Manado. Ada yang dari Bitung terus lain juga sibuk kerja," tuturnya.

Datang ke Kantor DPRD Sulut adalah aksi spontan yang dilakukan oleh keluarga korban.

"Mereka juga membawa spanduk yang bertuliskan para korban di Kamboja hanya jadi korban penipuan," jelasnya.

Christie beharap para wakil rakyat kedepannya lebih aktif lagi dalam merespon semua keluhan masyarakat.

"Dewan dipilih oleh rakyat jadi harus mementingkan kepentingan rakyat," pungkasnya.

Kesaksian Mantan Pekerja

Kesaksian dari Christian Tamalo dan Busmando Suply, dua warga Sulawesi Utara (Sulut) yang menjadi korban perusahaan online scam di Kamboja.

Keduanya berhasil melarikan diri dari perusahaan karena ditipu dan dipaksa untuk menipu online scam.

Namun setelah terlantar di depan KBRI Kamboja, mereka berdua akhirnya bisa pulang ke Sulut.

Christian mengungkapkan bekerja ke Kamboja adalah mimpi buruk yang tidak pernah akan dilupakan.

"Kita sampai saat masih trauma bagimana diperlukan oleh perusahaan gaji tidak sesuai dan sering lembur berjam-jam ketika tidak capai target," ujar Christian, Sabtu ( 15/3/2025)

Menurutnya, setelah lari dari perusahaan mereka belum bisa merasa aman karena akan mendampingi masalah lain di KBRI.

"Kita tidak bisa dipulangkan oleh KBRI sehingga terlantar didepan tidur di luar dan makan seadanya saja," ungkap Christian.

Untuk itu, ia mengingat kepada warga Sulut untuk jangan pernah bermimpi untuk bekerja di Kamboja.

"Taruhan nyawa kalau sampai ke Kamboja," jelasnya.

Senada disampaikan Busmando, bekerja di Kamboja adalah mimpi buruk.

"Kalau sudah masuk perusahaan sangat sulit keluar bahkan ada yang nekat ketika lari dan tertangkap bisa bertarung nyawa itu," terangnya.

Busmando pun meminta kepada warga Sulut, orang dewasa maupun anak-anak muda jangan tergiur dengan iming-iming gaji besar yang ditawarkan.

"Cuma kita yang jadi korban jangan lagi ada orang lain," pungkasnya. 

(TribunManado.co.id)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved