Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kedelai Jadi Senjata Tiongkok dan UE Melawan Perang Tarif Trump

Kacang kedelai – ekspor pertanian utama AS – bisa menjadi titik lemah Washington dalam pertikaian tarif yang sedang berlangsung.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Getty Image/Joe Raedle
KEDELAI - Ilustrasi kacang kedelai. Kacang kedelai – ekspor pertanian utama AS – bisa menjadi titik lemah Washington dalam pertikaian tarif yang sedang berlangsung. 

Perang terhadap kedelai, dan tentu saja, pertikaian tarif, dapat memiliki implikasi politik yang mendalam.

Sejauh ini, Trump telah mengeluarkan kebijakan tersebut sebagai dekrit eksekutif, yang menolak hak Kongres untuk mempertimbangkan masalah tersebut.

Namun, Anggota Kongres dari Partai Republik Don Bacon, Senator dari Partai Republik Chuck Grassley, dan Senator dari Partai Demokrat Maria Cantwell tengah mempersiapkan diri untuk memperkenalkan undang-undang yang akan memaksa Trump untuk memberi tahu Kongres tentang tarif baru, dengan penerapannya tergantung pada persetujuan DPR, menurut laporan dari media AS Politico dan Axios. Namun, peluang RUU tersebut untuk lolos sangat tipis, karena Partai Republik mendominasi DPR dan Senat.

Namun, apa pun yang terjadi di Kongres, konsekuensi politiknya mungkin juga terasa di luar Capitol Hill.

Hampir semua ekspor kedelai Amerika ke Uni Eropa berasal dari Louisiana, negara bagian asal Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson. Meskipun demikian, politisi tersebut telah berbicara mendukung kenaikan tarif.

Dalam pernyataan pers minggu lalu, Johnson mengatakan warga Amerika harus “mempercayai insting presiden mengenai ekonomi”.

"Mungkin sulit pada awalnya, tetapi saya pikir pada akhirnya ini akan bermanfaat bagi semua warga Amerika, ini akan membantu semua warga Amerika," katanya. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved