Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Iran Peringatkan Qatar - Turki: Terlibat dalam Serangan AS Akan Jadi Sasaran

Iran menolak untuk mengadakan perundingan langsung dengan AS setelah ancaman Donald Trump.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Getty Images/AP
ANCAMAN - Donald Trump dan Ali Khamenei. Iran menolak untuk mengadakan perundingan langsung dengan AS setelah ancaman Donald Trump. 

Sementara itu, dalam apa yang tampak sebagai langkah dramatis yang mendukung ancaman Trump terhadap Iran, AS juga baru-baru ini mengerahkan enam pesawat pengebom strategis B-2 ke Diego Garcia, sebuah pulau terpencil di Samudra Hindia. 

Pesawat pengebom siluman ini mampu membawa senjata nuklir dan bom "penghancur bunker" seberat 12 ton yang dikembangkan khusus untuk menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump telah meningkatkan retorikanya secara signifikan, dengan memperingatkan bahwa tanpa perjanjian nuklir baru, Iran akan menghadapi serangan "yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Sekutu Iran, Rusia, mengatakan pada hari Kamis bahwa ancaman serangan militer AS terhadap Republik Islam tidak dapat diterima dan pada hari Jumat menyerukan pengekangan.

Iran tengah berupaya mendapatkan lebih banyak dukungan dari Rusia, tetapi skeptis dengan komitmen Moskow terhadap sekutunya, kata seorang pejabat Iran lainnya. Hal ini "bergantung pada dinamika" hubungan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kata pejabat tersebut. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved