Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Risiko Jamur Rumah Tangga: Dari Batuk hingga Penyakit Paru

Paparan jamur di rumah atau di tempat kerja dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang tidak dapat dipulihkan.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/shutterstock
JAMUR - Seorang wanita melihat jamur di dinding rumah. Paparan jamur di rumah atau di tempat kerja dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang tidak dapat dipulihkan. 

Bahaya lingkungan lainnya

Selain jamur, paparan terhadap burung juga dapat menimbulkan risiko pernapasan. "Bulu dan kotoran burung melepaskan partikel di udara yang dapat memicu respons imun pada individu yang sensitif," kata Unterman. "Saya punya pasien yang memelihara puluhan burung kenari sebagai hobi, tetapi paparan tersebut hampir membuatnya memerlukan transplantasi paru-paru."

Kotoran merpati di balkon juga bisa berbahaya, begitu pula tidur di bantal bulu. Bahkan lingkungan dengan air panas, seperti sauna dan bak mandi air panas, dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan.

"Sauna dan bak mandi air panas pada umumnya aman," kata Unterman. "Namun, jika seseorang mengalami batuk kronis setelah terpapar, mereka harus diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi."

Pengobatan dan Pencegahan

Diagnosis penyakit paru-paru akibat jamur biasanya memerlukan pemindaian CT, dan pada kasus yang tidak jelas, dokter dapat melakukan bronkoskopi untuk memeriksa saluran udara dan mengumpulkan sampel jaringan. Perawatan bergantung pada sifat penyakitnya.

"Jika penyakitnya terutama bersifat inflamasi, kami meresepkan pengobatan antiinflamasi seperti steroid," kata Unterman. "Jika masalah utamanya adalah jaringan parut paru-paru, kami menggunakan obat antifibrotik. Terkadang, kami perlu menggabungkan pengobatan, tergantung pada kondisi pasien."

Namun, keberhasilan pengobatan tidak selalu terjamin. "Dalam beberapa kasus, fibrosis paru-paru terus berlanjut meskipun paparannya dihilangkan dan pengobatan medis diberikan," katanya. "Pada tahap itu, penyakit ini hampir berkembang dengan sendirinya."

Unterman menekankan bahwa pneumonia kronis akibat hipersensitivitas jamur sering kali tidak terdiagnosis, bahkan oleh para spesialis. "Banyak dokter perawatan primer — dan bahkan beberapa dokter spesialis paru — tidak familier dengan penyakit ini, yang membuat deteksi dini menjadi sulit," katanya. "Siapa pun yang mengalami gejala pernapasan berkepanjangan harus memeriksakan diri, karena intervensi dini dapat membuat perbedaan besar." (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved