Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jalan Rusak di Minut

Jalan Nasional di Kampung Bahari Nusantara Desa Kulu Minut Terancam Longsor, Warga Takut Melintas

Amatan di lapangan, bagian tepi jalan yang tergerus sudah sampai di garis putih tepi jalan.

Tribun Manado/Christian Wayongkere
JALAN NASIONAL - Jalan Nasional di kampung Bahari Nusantara Desa Wisata Kulu, Minahasa Utara, Sulawesi Utara terancam longsor dan rusak, foto diambil, Jumat (7/3/2025). Bagian tepi jalan sudah amblas dihantam derasnya air saat cuaca ektrim hujan deras. 

TRIBUNMANADO.COM, AIRMADIDI - Sepekan berlalu, jalan Nasional yang tergerus dan nyaris longsor tak kunjung di perhatikan.

Jalan tersebut merupakan jalan trans Likupang Wori, di jaga 3 Desa Kulu Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Sulut.

Ironisnya, jalan tersebut berada di Kampung Bahari Nusantara Desa Wisata Kulu.

Baca juga: Jalan Penghubung Desa Mome dan Huntuk Bolmut Sulawesi Utara Putus Akibat Longsor

Sampai Jumat (7/3/2025) kemarin, badan jalan sudah tergerus hingga longsor dan mengancam badan jalan untuk ikut longsor.

Amatan di lapangan, bagian tepi jalan yang tergerus sudah sampai di garis putih tepi jalan.

Jika terus dibiarkan, di kuatirkan jalan akan longsor dan rusak.

Di konfrontir kembali pada Sabtu (8/3), jalan tersebut masih seperti itu bagian badan jalan sudah tergerus dan berpotensi longsor.

Dititik tepi jalan di pasang beberapa ujung bambu kering, dalam posisi berdiri, di atas jalan lalu di pasang pita warna kuning hitam serta karung semen.

Beberapa meter sebelum titik jalan tersebut, di pasang papan bertuliskan hati-hati ada pekerjaan.

Jalan itu ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor warga hingga kendaraan truk, kendaraan milik resort dan lainnya.

"Kami was-was dan kuatir terjadi longsor ketika melintas di jalan itu," keluh seorang perempuan warga setempat yang tinggal tak jauh dari titik jalan yang bagian tepinya sudsh tergerus.

Warga lainnya Frets Tahulending, mengatakan tepi jalan yang tergerus air terjadi pada tanggal 28 Februari 2025.

Saat itu terjadi cuaca ekstrim, hujan deras mengguyur.

Lokasi tersebut jadi tempat air mengalir, karena bagian kiri jalan konturnya dibawah.

"Harus segera di perbaiki. Karena kalau tidak bahaya sekali. Bukan hanya untuk kendaraan yang melintas tapi warga," keluh Frest Tahulending.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved