Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Dagang: Cara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Taklukkan Trump

Claudia Sheinbaum bersikap lebih diplomatis terhadap Trump sambil bersikeras melindungi kepentingan Meksiko.

Editor: Arison Tombeg
TM/Al Jazeera
PERANG DAGANG - Tangkapan layar video Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. Claudia bersikap lebih diplomatis terhadap Trump sambil bersikeras melindungi kepentingan Meksiko. 

TRIBUNMANADO.COM, Meksiko - Tidak seperti Justin Trudeau dari Kanada, Claudia Sheinbaum bersikap lebih diplomatis terhadap Donald Trump sambil bersikeras melindungi kepentingan Meksiko.

Ketika tarif besar sebesar 25 persen yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap impor dari Meksiko dan Kanada akan berlaku pada hari Selasa, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau membalasnya.

Bahkan sebelum tarif benar-benar berlaku, Trudeau mengeluarkan pernyataan, menyebut tarif tersebut "tidak dapat dibenarkan" dan langsung mengenakan tarif balasan. Kemudian, beberapa jam kemudian, pada Selasa pagi, ia menyampaikan pidato dalam konferensi pers di mana ia menyebut Trump sebagai "Donald", menyebut tarif sebagai "hal yang sangat bodoh untuk dilakukan", dan menuduh presiden AS tersebut mencoba melumpuhkan ekonomi Kanada untuk mencaplok negara tersebut.

Sebaliknya, komentar pertama Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum baru muncul dalam konferensi pers pada hari Selasa. Ia berjanji akan membela kepentingan Meksiko. Namun, saat mengumumkan tarif balasan atas impor AS, ia mengatakan tarif tersebut baru akan berlaku pada hari Minggu, sehingga memberi waktu bagi Meksiko untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

Kesepakatan itu dicapai melalui panggilan telepon dengan Trump pada hari Kamis, saat itu, menurut keterangan Sheinbaum, presiden AS awalnya menolak untuk mengubah tarif. Namun presiden Meksiko bersikeras – dan, pada akhirnya, Trump mengalah.

Ia mengumumkan penghapusan tarif hingga 2 April atas semua impor Meksiko yang tercakup dalam perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) dan menyampaikan kata-kata hangat untuk Sheinbaum. 

“Saya melakukan ini sebagai bentuk akomodasi dan penghormatan kepada Presiden Sheinbaum,” tulisnya di situs media sosialnya, Truth Social. “Hubungan kami sangat baik dan kami bekerja keras bersama-sama di perbatasan.”

Kemudian, ia memperluas penangguhan tersebut ke Kanada juga – tetapi terus menargetkan Trudeau, yang telah berulang kali ia ejek dan buat klaim yang tidak berdasar.

Jadi mengapa presiden Meksiko menghadapi tarif Trump dengan cara yang sangat berbeda dari cara Kanada dan Trudeau menanganinya? 

Apa yang dia katakan kepada Trump pada hari Kamis? Bagaimana tanggapan Meksiko terhadap strategi Sheinbaum? Bagaimana kita sampai di sini? Dan apa yang dipertaruhkan?

Bahkan sebelum ia dilantik untuk kedua kalinya pada bulan Januari, Trump mengumumkan akan mengenakan tarif sebesar 25 persen pada semua barang dari Kanada dan Meksiko, dengan alasan kekhawatiran atas keamanan perbatasan dan perdagangan narkoba, khususnya aliran fentanil ke AS.

AS adalah pedagang barang terbesar kedua di dunia setelah China, dan tarif Trump telah mengguncang pasar global.

Tarif ini awalnya dijadwalkan berlaku pada tanggal 4 Februari, tetapi negosiasi antara Trump dan para pemimpin Kanada dan Meksiko mengakibatkan AS menunda penerapannya selama sebulan.

Dalam negosiasi tersebut, Trudeau dan Sheinbaum sepakat untuk meningkatkan keamanan perbatasan guna mencegah perdagangan narkoba dan masuknya migran ke AS.

Trudeau menunjuk seorang "raja fentanil" untuk menangani masalah tersebut. Sheinbaum mengerahkan 10.000 tentara tambahan ke perbatasan AS-Meksiko untuk membantu mengekang imigrasi ilegal. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved